Antisipasi Gangguan Distribusi BBM, Bahlil Minta Pertamina Tingkatkan Cadangan Bali Jadi 15 Hari, Koster Perpanjang Ganjil-Genap - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

10/20/26

Antisipasi Gangguan Distribusi BBM, Bahlil Minta Pertamina Tingkatkan Cadangan Bali Jadi 15 Hari, Koster Perpanjang Ganjil-Genap


Denpasar, dewatanews.com – Pemerintah memperkuat langkah antisipasi untuk mencegah terulangnya keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta Pertamina meningkatkan cadangan BBM di Bali dari rata-rata 11–12 hari menjadi 15 hari. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster memperpanjang kebijakan ganjil-genap kendaraan di SPBU hingga 23 Oktober 2026 untuk memastikan distribusi tetap lancar dan antrean tidak kembali terjadi.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Depo Terminal BBM Pesanggaran, Denpasar, Senin (19/10). Pemerintah bersama Pertamina menyebut distribusi BBM di Bali mulai kembali normal setelah sempat mengalami gangguan akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa.

Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bali yang tetap tertib saat mengantre BBM selama gangguan distribusi pekan lalu. Menurutnya, kondisi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kini berangsur kondusif, dengan antrean kendaraan yang mulai terurai.

Untuk menjaga kondisi tersebut, Koster memutuskan memperpanjang kebijakan ganjil-genap yang semula berakhir pada 19 Oktober menjadi 20–23 Oktober 2026. Kebijakan ini akan dievaluasi secara berkala berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

“Secara umum suplai minyak ke SPBU saat ini berjalan lancar dan tidak banyak antrean. Bahkan, saat melewati beberapa SPBU tadi pagi, antrean kendaraan sudah berada dalam terminal SPBU. Kondisi inilah yang harus dijaga dan yang paling utama adalah memastikan stoknya tersedia,” tegas Koster.

Ia mengingatkan bahwa Bali merupakan destinasi pariwisata dunia sehingga kondisi di daerah ini menjadi perhatian masyarakat internasional. Karena itu, seluruh pihak diminta bersama-sama menjaga suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Dalam beberapa hari ini, situasi dan kondisi distribusi bahan bakar minyak sudah normal dan bagus. Perlu dijadikan pemahaman bersama bahwa Bali merupakan destinasi pariwisata dunia dan menjadi perhatian negara-negara dunia. Apa yang terjadi di Bali akan menjadi sorotan dan langsung mendunia,” imbuhnya.

Bahlil Minta Cadangan BBM Bali Ditingkatkan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, secara nasional cadangan Pertalite RON 90 berada pada kisaran 16–18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya rata-rata tersedia di atas 20 hari, sesuai standar minimum nasional yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut.

Khusus Bali, cadangan BBM sempat mengalami penurunan akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa. Saat ini, cadangan di wilayah Bali rata-rata telah mencapai 11–12 hari.

Bahlil menyebut Bali memiliki dua lokasi penampungan BBM utama, yakni Depo Terminal Manggis dan Depo Terminal Pesanggaran. Kapasitas cadangan di Pesanggaran relatif lebih kecil, yakni sekitar 4–5 hari, sedangkan Manggis memiliki kapasitas cadangan lebih dari 11 hari.

Untuk memperkuat ketahanan pasokan, Bahlil meminta Pertamina meningkatkan cadangan BBM di Bali menjadi 15 hari. Selain itu, jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali juga akan ditingkatkan dari tiga menjadi tujuh kapal guna mempercepat distribusi dan membantu mengurai antrean secara bertahap.

Bahlil menegaskan bahwa gangguan yang terjadi berkaitan dengan persoalan teknis arus logistik. Meski demikian, ia meminta seluruh pihak melakukan pembenahan agar keterlambatan pengiriman tidak kembali mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Pertamina Minta Maaf, Berkomitmen Cegah Gangguan Berulang

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan distribusi BBM yang sempat menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Simon menegaskan komitmen Pertamina untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan penyaluran dan distribusi energi berjalan baik di seluruh wilayah, termasuk Bali.

“Kami juga meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata dan UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya. Kami berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” ungkap Simon.

Ia menegaskan, kelancaran pasokan energi menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kegiatan ekonomi lainnya di Bali.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol Pasma Royce dan anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih.

Adapun data yang disampaikan dalam konferensi pers menyebutkan cadangan Pertalite di Bali berada pada kisaran 11–12 hari, sedangkan solar CN 48 tersedia lebih dari enam hari. Stok Pertalite tercatat sekitar 30 ribu kiloliter dan Pertamax sekitar 10 ribu kiloliter.

Pemerintah dan Pertamina kini berupaya menjaga pemulihan distribusi melalui penambahan armada kapal, peningkatan cadangan BBM, serta evaluasi kebijakan di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan pasokan energi di Bali tetap terjaga dan mencegah terulangnya antrean panjang di SPBU.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com