Buleleng, dewatanews.com – Dekranasda Provinsi Bali terus memperkuat pembinaan terhadap desainer, perajin, pelaku UMKM, hingga talenta mode di daerah. Salah satunya melalui Dekranasda Bali Fashion Roadshow bertajuk “Wastra Hitakara” yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Buleleng, Jumat (8/10).
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa fashion tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian berbasis budaya lokal.
Menurutnya, Dekranasda Bali secara konsisten menghadirkan ruang ekspresi bagi pelaku industri mode melalui tiga pilar kegiatan, yakni Bali Fashion Day, Bali Fashion Week, serta Bali Fashion Roadshow ke kabupaten/kota se-Bali.
“Melalui ajang roadshow ini, kami berharap Dekranasda Kabupaten/Kota dapat membina para desainer, UMKM, hingga model di daerahnya masing-masing. Jika pembinaan di tingkat kabupaten berjalan optimal, Dekranasda Provinsi akan lebih mudah merangkul dan membawa mereka ke panggung yang lebih luas,” ujar Putri Suastini Koster.
Ia menekankan, desainer memiliki posisi penting sebagai penggerak ekosistem fashion Bali. Seorang desainer, kata dia, tidak cukup hanya mampu menciptakan desain, tetapi juga harus menguasai teknik dasar pembuatan pola serta mampu mengolah dan memadukan kain tenun tradisional Bali dengan berbagai material lainnya.
Pengembangan ekosistem tersebut dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Tidak hanya bagi desainer, tetapi juga bagi penenun kain tradisional, penjahit, koreografer, komposer musik, hingga model lokal.
Putri juga memaparkan kiprah sejumlah desainer Bali yang telah berhasil membawa karya berbasis wastra Bali ke panggung internasional. Di antaranya melalui ajang peragaan busana di Paris bersama manajemen Christian Dior pada 2022 serta partisipasi dalam kegiatan peringatan hubungan diplomatik di Jepang pada 2023.
Ke depan, Dekranasda Bali juga menyiapkan langkah untuk memperluas promosi karya desainer dan wastra Bali melalui sejumlah agenda fashion di Korea, China, hingga kawasan Eropa.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng, Ny. Ida Ayu Wardhany Sutjidra, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dekranasda Provinsi Bali dalam mendorong pelaku industri kreatif dan perajin di daerah.
Menurutnya, kegiatan Bali Fashion Roadshow menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan sekaligus mengoptimalkan potensi kerajinan lokal Buleleng, khususnya kain endek.
“Kain endek bukan hanya kain yang berbalut pada tubuh kita, tetapi kerajinan endek ini merupakan suatu warisan budaya yang mempunyai makna yang sangat besar,” ujarnya.
Ia menegaskan, Dekranasda Buleleng akan terus melakukan pembinaan terhadap para perajin dan pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, naik kelas, serta memiliki daya saing yang lebih luas.
Gelaran Dekranasda Bali Fashion Roadshow “Wastra Hitakara” kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana yang menampilkan karya enam desainer asal Denpasar dan Buleleng.
Kehadiran para desainer tersebut menjadi ruang bagi talenta kreatif Bali untuk mengeksplorasi kekayaan kain tenun dan wastra tradisional menjadi busana yang memiliki nilai estetika sekaligus daya jual.
Panggung fashion ini sekaligus memperlihatkan besarnya peluang kolaborasi antara perajin kain, desainer, pelaku UMKM, serta sektor pariwisata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya Bali.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng beserta jajaran pengurus, pimpinan OPD Provinsi Bali, serta sejumlah tamu undangan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com