Trem Listrik Bandara–Canggu Disiapkan, Bisa Angkut 60 Ribu Penumpang per Hari - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/1/26

Trem Listrik Bandara–Canggu Disiapkan, Bisa Angkut 60 Ribu Penumpang per Hari


Denpasar, dewatanews.com — Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai mematangkan pengembangan transportasi trem listrik berbasis baterai yang akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung.

Kerja sama pengembangan perkeretaapian tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9). Pengembangan trem ini diarahkan menjadi salah satu solusi transportasi massal untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Badung.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian Bappenas dan Pemprov Bali untuk memperbaiki fasilitas serta sistem transportasi di Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Badung yang menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Trem Baterai, Bukan MRT atau LRT

PT KAI memilih konsep trem karena dinilai lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi Bali dibandingkan MRT maupun LRT.

Trem yang dirancang menggunakan teknologi baterai tersebut memiliki sejumlah keunggulan, antara lain ramah lingkungan, tingkat kebisingan rendah, berukuran relatif kecil, serta dapat terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya.

Penggunaan baterai juga membuat trem tidak membutuhkan kabel listrik di sepanjang jalur. Konsep tersebut dirancang dengan tetap menyesuaikan karakteristik serta kearifan lokal Bali.

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” kata Koster.

Menurutnya, pembangunan trem tidak boleh mengganggu ekosistem pariwisata Bali. Perencanaan trase harus memperhatikan keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman, serta kehidupan masyarakat di sepanjang jalur.

“Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” ujarnya.

Pada tahap awal, trase trem dirancang sepanjang sekitar 12 kilometer, menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Canggu.

Jalur akan menggunakan dua lajur dan dilengkapi area persilangan untuk mendukung kelancaran operasional. Lebar trase sekitar tiga meter, sementara dimensi trem sedikit di atas dua meter sehingga relatif kecil, bahkan lebih kecil dibandingkan bus.

Koridor Bandara–Canggu dipilih karena memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Setiap hari diperkirakan sekitar 150 ribu orang bergerak di kawasan tersebut dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 80 ribu unit.

Tingginya mobilitas tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama pengembangan moda transportasi massal baru.

Trem diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan, meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas kawasan pariwisata, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Target Angkut 60 Ribu Penumpang per Hari

Dalam kondisi maksimal, trem diproyeksikan mampu mengangkut sekitar 15 ribu–20 ribu penumpang, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Jeda keberangkatan antartrem dirancang sekitar 10 menit.

Jika beroperasi secara maksimal, kapasitas angkut diproyeksikan mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari. Jumlah tersebut diharapkan mampu mengakomodasi sekitar 40 persen kepadatan mobilitas pada koridor Bandara–Canggu.

Groundbreaking Ditargetkan Maret 2027

Pembangunan trase pertama ditargetkan mulai masuk tahap groundbreaking pada Maret 2027. Trase pertama diharapkan mulai beroperasi pada 2028, sedangkan seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029.

Setelah penandatanganan kerja sama, sejumlah tahapan akan dilakukan, mulai dari studi teknis dan kajian lanjutan hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Pelibatan desa adat juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pemerintah dan PT KAI akan berkoordinasi dengan pelaku pariwisata, hotel, akomodasi wisata, serta pemangku kepentingan lainnya.

PT KAI Tekankan Budaya dan Harmoni Bali

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan Bali merupakan wilayah strategis dengan keluhuran budaya, spiritualitas, jati diri masyarakat, serta kehidupan sosial yang khas.

Karena itu, pengembangan infrastruktur transportasi di Bali dinilai harus dilakukan secara hati-hati agar kemajuan teknologi tidak menghilangkan identitas daerah.

“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Bobby.

Menurutnya, penggunaan teknologi baterai antara lain dipilih untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan dan kebisingan, sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat maupun wisatawan.

Pengembangan trem Bandara–Canggu pada akhirnya tidak hanya diarahkan sebagai proyek transportasi massal, tetapi juga sebagai upaya mengatasi kemacetan dengan tetap menjaga lingkungan, budaya, keindahan, dan kearifan lokal Bali.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com