Perdagangan Karbon Jadi Peluang Ekonomi Baru Bali, Koster Tekankan Kelestarian Lingkungan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/1/26

Perdagangan Karbon Jadi Peluang Ekonomi Baru Bali, Koster Tekankan Kelestarian Lingkungan


Denpasar, dewatanews.com — Bali membuka peluang lebih besar dalam pengembangan perdagangan karbon berkualitas tinggi. Tak hanya mengejar nilai ekonomi, Pemerintah Provinsi Bali mendorong agar proyek karbon juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, keanekaragaman hayati, dan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur Bali Wayan Koster bersama Indonesia Carbon and Biodiversity Alliance (ICBA) di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (1/9) sore.

Dalam pertemuan itu, ICBA sekaligus mengundang Gubernur Bali untuk menghadiri Indonesia Carbon and Biodiversity Summit yang akan digelar pada 8–9 September 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Badung.

Audiensi membahas penguatan ekosistem perdagangan karbon sekaligus upaya meningkatkan nilai jual karbon dari proyek-proyek kehutanan di Indonesia. Bali dinilai memiliki potensi untuk mengambil bagian dalam pengembangan proyek karbon tersebut.

ICBA menekankan bahwa proyek karbon tidak semestinya hanya berorientasi pada nilai ekonomi. Pengembangannya perlu memberikan manfaat yang lebih luas atau beyond carbon, mencakup perlindungan lingkungan, pelestarian keanekaragaman hayati, hingga peningkatan manfaat sosial bagi masyarakat.

Bagi Bali, penguatan ekosistem karbon juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat program pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Pemerintah Provinsi Bali sendiri terus mendorong berbagai program yang berkaitan dengan karbon dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik inisiatif dan komitmen ICBA dalam mendukung pengelolaan karbon kehutanan di Indonesia.

Koster menegaskan komitmennya untuk mendorong terwujudnya perdagangan karbon yang high integrity dan high quality, salah satunya melalui penguatan tata kelola kehutanan.

Menurutnya, tata kelola yang kuat menjadi penting untuk memastikan proyek karbon tidak berhenti pada transaksi ekonomi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati, serta kesejahteraan masyarakat.

Dengan potensi lingkungan dan kehutanan yang dimiliki, Bali berpeluang menjadi bagian dari pengembangan perdagangan karbon yang lebih berintegritas. Konsepnya bukan sekadar menjual nilai karbon, melainkan menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi alam dan masyarakat.

Sementara itu, Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026 di Nusa Dua diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan membangun ekosistem perdagangan karbon yang mengedepankan integritas, kualitas, serta manfaat yang lebih luas bagi Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com