Sampah Jadi Sorotan, Bupati Sutjidra Tekankan Disiplin Kelola Sampah dari Sumber - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/11/26

Sampah Jadi Sorotan, Bupati Sutjidra Tekankan Disiplin Kelola Sampah dari Sumber


Buleleng, dewatanews.com – Persoalan sampah kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng. Bertepatan dengan World Cleanup Day (WCD) 2026, Pemkab Buleleng menggelar aksi Jumat Bersih secara serentak di enam lokasi, Jumat (11/9).

Kegiatan tersebut menyasar lingkungan Desa Baktiseraga, Kelurahan Banjar Tegal, Kelurahan Beratan, Kelurahan Banjar Bali, Kelurahan Banyuasri, dan Kelurahan Banjar Jawa. Selain menjadi bagian dari dukungan terhadap WCD 2026, kegiatan ini juga merupakan rangkaian Gerakan Buleleng Bersih Sampah Tahun 2026.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, serta Ketua Pengadilan Negeri Singaraja I Made Bagiarta turun langsung dalam aksi bersih-bersih di Desa Baktiseraga dan lingkungan Kelurahan Banjar Tegal.

Bupati Sutjidra menegaskan, gerakan kebersihan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan gotong royong. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah harus menjadi perhatian utama, terutama dengan membiasakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

“Kegiatan hari ini seperti biasa kita melaksanakan Jumat Bersih. Ada enam lokasi yang kita sebar, melibatkan OPD dan Sekretariat Daerah untuk mengawasi serta berpartisipasi aktif melakukan pembersihan. Bersamaan dengan itu, kita memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam mengolah sampah berbasis sumber,” ujar Sutjidra.

Ia mengakui masih ditemukan masyarakat yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah, termasuk membuang sampah secara sembarangan. Karena itu, edukasi secara berkelanjutan dinilai penting untuk mendorong perubahan kebiasaan masyarakat.

Dalam aksi kali ini, penataan lingkungan juga dilakukan dengan merapikan sejumlah bambu kering yang dinilai berpotensi membahayakan warga, termasuk risiko kebakaran.

“Masih banyak masyarakat yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah. Ini harus kita selesaikan bersama. Termasuk bambu-bambu kering yang ada di lingkungan masyarakat, segera kita rapikan dan angkut karena selain mengganggu kebersihan juga berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegasnya.

Melalui momentum World Cleanup Day, Sutjidra berharap gerakan kebersihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun gotong royong sesaat. Ia ingin kesadaran menjaga lingkungan dan mengelola sampah tumbuh menjadi budaya masyarakat.

“Kegiatan kebersihan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan gotong royong, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya masyarakat. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab harus dimulai dari sumbernya, sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com