Mangupura, dewatanews.com – Aktivitas di media sosial kini tak hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi. Karena itu, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, SH, SIK, MH., mengingatkan seluruh personelnya agar cerdas berkomunikasi dan bijak dalam menggunakan media sosial.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan peningkatan kemampuan personel bertema “Cerdas Berkomunikasi, Bijak Bermedia Sosial” yang digelar Polres Badung bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali, Jumat (11/9).
Sebanyak 50 personel Polres Badung mengikuti kegiatan yang berfokus pada literasi digital, etika bermedia sosial, serta strategi komunikasi publik.
AKBP Joseph menegaskan, informasi di media sosial dapat menyebar dalam hitungan detik dan berpotensi membentuk opini publik. Dalam kondisi tersebut, setiap aktivitas digital anggota Polri turut menjadi bagian dari wajah institusi di ruang publik.
Ia meminta personel tidak mudah terpancing informasi yang beredar sebelum memastikan kebenarannya. Anggota juga diharapkan mampu memahami karakter media sosial, berpikir kritis, serta memberikan respons secara tepat dan bertanggung jawab.
“Jangan sampai jari kita lebih cepat daripada pikiran kita,” tegas AKBP Joseph.
Menurutnya, sebelum mengunggah maupun membagikan suatu konten, personel perlu memastikan sumber informasi, memeriksa kebenaran data, serta mempertimbangkan dampak yang mungkin ditimbulkan.
Media sosial, lanjutnya, harus dimanfaatkan secara positif untuk membangun kepercayaan masyarakat, menangkal hoaks, sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Personel Polres Badung juga diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam komunikasi digital yang profesional, responsif, dan berintegritas.
Sementara itu, mewakili Ketua AMSI Bali, Ngakan Made Giriyasa menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, ruang digital saat ini semakin dipenuhi beragam informasi, termasuk hoaks dan konten negatif, sehingga peningkatan literasi digital perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, AMSI Bali menghadirkan dua narasumber, yakni Lenny Pande, Media & Public Relations sekaligus anggota Majelis Etik AMSI Bali, serta Dr. Ni Made Ras Amanda G., S.Sos., M.Si., akademisi Universitas Udayana yang juga merupakan anggota Majelis Etik AMSI Bali.
Made Ras Amanda membawakan materi mengenai informasi digital dari perspektif akademis, khususnya terkait fenomena komunikasi di ruang digital.
Sementara itu, Lenny Pande memberikan pemahaman mengenai peran media dan pentingnya literasi informasi di era digital melalui materi bertajuk “HOAX? NO, JOURNALIST? YES! Saring Sebelum Sharing, Konfirmasi Sebelum Publikasi.”
Melalui kegiatan tersebut, personel Polres Badung diharapkan semakin memahami pentingnya kecakapan digital, sehingga setiap aktivitas komunikasi di media sosial dapat dilakukan secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com