Denpasar, dewatanews.com – Upaya mewujudkan Bali Bebas Rabies 2030 terus diperkuat. Gubernur Bali Wayan Koster mendorong kolaborasi lintas pihak sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam mencegah penyebaran rabies di Pulau Dewata.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (11/9). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi berbagai pihak dalam mempercepat penanganan dan penanggulangan rabies di Bali.
Dalam audiensi, PDHI Cabang Bali menyampaikan sejumlah langkah kolaboratif untuk mendukung target Bali Bebas Rabies 2030. Langkah tersebut mencakup peningkatan edukasi masyarakat, perluasan vaksinasi rabies bagi hewan penular rabies (HPR), serta pengendalian populasi hewan terlantar maupun liar melalui program sterilisasi secara manusiawi.
Gubernur Koster menyambut baik langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa penanggulangan rabies tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun tenaga kesehatan hewan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para pemilik anjing.
Menurutnya, edukasi mengenai rabies perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Kepemilikan hewan peliharaan, kata dia, tidak sebatas memberikan makan dan merawat, tetapi juga memastikan kesehatan, vaksinasi, pengendalian reproduksi, serta keamanan hewan agar tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan.
“Memelihara hewan harus disertai tanggung jawab,” menjadi pesan penting dalam upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai kepemilikan hewan yang bertanggung jawab.
Gubernur Koster juga mendukung pelaksanaan World Rabies Day (WRD) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat edukasi publik mengenai bahaya rabies sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Peringatan World Rabies Day 2026 rencananya digelar pada 27 September 2026 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Sejumlah kegiatan disiapkan, di antaranya sterilisasi gratis untuk anjing liar, vaksinasi rabies gratis, Pet Fun Walk, Lomba Anjing Sehat, Lomba Makan untuk Anjing, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.
Gubernur Koster mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut dan turut menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran rabies di Bali.
Ia menekankan, pencegahan rabies harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Salah satunya melalui kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab, termasuk memastikan anjing memperoleh vaksinasi secara rutin dan tidak dibiarkan berkeliaran.
Masyarakat juga diimbau tidak mengabaikan apabila terjadi gigitan anjing atau HPR lainnya. Korban gigitan perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.
Kesadaran untuk mengenali risiko serta mengambil tindakan secara cepat menjadi bagian penting dalam mencegah dampak serius akibat rabies.
Sementara itu, pemilik anjing di Bali diharapkan menjalankan tanggung jawabnya dengan memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin, tidak berkeliaran bebas, serta melakukan sterilisasi sebagai salah satu upaya pengendalian populasi.
Kolaborasi antara pemerintah, PDHI, tenaga medis veteriner, komunitas pencinta hewan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat penanggulangan rabies di Bali. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat menghasilkan penanganan yang lebih terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan masyarakat sekaligus kesejahteraan hewan.
Dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama, target Bali Bebas Rabies 2030 diharapkan dapat terus diperkuat melalui langkah pencegahan yang konsisten dan berkelanjutan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com