Denpasar, dewatanews.com – Peran kader Posyandu di Bali kini semakin luas. Tak lagi sebatas membantu pelayanan kesehatan, kader didorong menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dengan mengenali kebutuhan, persoalan, hingga aspirasi warga di tingkat lingkungan.
Penguatan peran tersebut menjadi salah satu fokus Aksi Sosial Membina dan Berbagi yang dilaksanakan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali di Kota Denpasar, Senin (7/9). Kegiatan menyasar kader Posyandu di Kelurahan Dangin Puri dan Kelurahan Renon, sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian kader dalam melayani masyarakat.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, hadir memberikan pembinaan kepada para kader. Ia menekankan posisi kader yang berada paling dekat dengan masyarakat membuat mereka memiliki peran strategis dalam mengetahui kondisi dan kebutuhan warga di wilayah masing-masing.
“Kader merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, kader harus mampu mengetahui kondisi, kebutuhan, permasalahan, dan aspirasi masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah maupun pihak terkait,” demikian penekanan dalam pembinaan tersebut.
Transformasi Posyandu saat ini juga membawa perubahan pada cakupan pelayanan. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.
Perluasan fungsi ini menuntut kader memiliki pemahaman yang lebih luas. Selain menjalankan kegiatan Posyandu, kader diharapkan aktif melakukan pendataan dan pencatatan terhadap berbagai kebutuhan maupun persoalan masyarakat.
Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan bagi pemerintah kelurahan dan pihak terkait untuk menentukan tindak lanjut. Dengan demikian, Posyandu diharapkan mampu menjadi salah satu mata rantai pelayanan dasar yang bekerja sejak dari tingkat lingkungan.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan bahwa Kota Denpasar memiliki 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa/kelurahan. Seluruh Posyandu tersebut terus didorong untuk melaksanakan pelayanan berdasarkan enam SPM.
Penguatan kapasitas kader juga dilakukan melalui empat Tim Pembina Posyandu Kecamatan. Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar bersama OPD pengarah secara berkelanjutan memberikan sosialisasi dan pembinaan agar kader semakin memahami tugas dan perannya dalam transformasi Posyandu.
Selain pembinaan, Aksi Sosial Membina dan Berbagi juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada para kader.
Kegiatan pertama berlangsung di Balai Banjar Bun, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur. Sebanyak 105 kader dari tujuh kelompok Posyandu menerima bantuan berupa masing-masing 30 kilogram beras, dua krat atau 60 butir telur, serta dua kotak susu.
Total bantuan yang disalurkan di Dangin Puri mencapai 3.150 kilogram beras, 210 krat atau 6.300 butir telur, serta 210 kotak susu.
Sementara di Banjar Kelod, Kelurahan Renon, bantuan diberikan kepada 75 kader dari lima lingkungan atau lima Posyandu. Masing-masing kader menerima 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.
Total bantuan di Renon mencapai 2.250 kilogram beras, 150 krat atau 4.500 butir telur, serta 150 kotak susu. Dengan demikian, aksi sosial di dua lokasi tersebut menyasar 180 kader Posyandu.
Ny. Putri Suastini Koster menegaskan, bantuan yang diberikan bukan semata-mata dilihat dari bentuk maupun jumlahnya. Lebih dari itu, bantuan merupakan bentuk perhatian, kepedulian, dan apresiasi terhadap para kader yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendampingi masyarakat.
Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan bahwa transformasi enam SPM membutuhkan kolaborasi seluruh unsur masyarakat.
Menurutnya, pembangunan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Aspek keamanan, kebersihan, akses jalan yang layak, hingga permukiman sehat juga menjadi bagian penting dari pelayanan dasar yang perlu dikerjakan bersama.
“Membangun banjar atau wilayah menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan hanya kesehatan, tetapi juga keamanan lingkungan, kebersihan lingkungan, jalan yang layak, serta permukiman yang sehat. Ini tentu menjadi bagian yang harus dikerjakan bersama, tidak hanya oleh perseorangan,” tegas Putu Anom Agustina.
Melalui transformasi enam SPM, Posyandu diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kader didorong aktif memberikan edukasi, mengenali berbagai persoalan di lingkungan, serta membantu menghubungkan warga dengan layanan pemerintah yang dibutuhkan.
Aksi Sosial Membina dan Berbagi sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Kota Denpasar, kecamatan, kelurahan, OPD terkait, dan para kader.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting agar transformasi Posyandu tidak berhenti pada perubahan administrasi maupun penambahan jenis pelayanan, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Dengan kader yang semakin berdaya dan memahami enam SPM, Posyandu diharapkan semakin kuat sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, terutama dalam mengenali kebutuhan warga sejak tingkat lingkungan, memberikan edukasi, serta memastikan masyarakat terhubung dengan pelayanan pemerintah secara lebih dekat, cepat, dan tepat.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com