Jembrana, dewatanews.com – Setelah empat hari dilakukan pencarian, nelayan asal Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, Bali, yang dilaporkan hilang setelah sampannya pecah akibat menabrak kayu di Perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan muara Pantai Banyuwangi, Minggu (13/9).
Korban diketahui bernama I Gusti Putu Sugiarta (38). Ia ditemukan oleh nelayan setempat sekitar pukul 15.50 WITA. Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian yang sebelumnya dilakukan selama empat hari oleh Tim SAR Gabungan.
Meski pencarian hari keempat dihadang gelombang tinggi, penyisiran tetap dilakukan sejak pagi. Operasi dipusatkan dari wilayah Pantai Pengambengan dengan mengerahkan sejumlah alat utama (Alut), di antaranya RIB 01 Gilimanuk, RIB 02 Banyuwangi, serta dua perahu milik keluarga korban yang turut menyisir ke arah Banyuwangi.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, membenarkan penemuan korban.
“Hari ini pencarian hari keempat terhadap nelayan yang berasal dari Cupel. Pelaksanaannya sudah kami laksanakan bersama Tim SAR Gabungan. Sampai saat ini memang korban sudah ditemukan dan nelayan membawa ke Pantai Pengambengan,” ujarnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan Banyuwangi dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, korban tidak membawa identitas sehingga jenazah sempat dimakamkan oleh pihak setempat.
Setelah menerima informasi mengenai penemuan jenazah, Tim SAR Gabungan kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga. Keluarga korban selanjutnya mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut merupakan I Gusti Putu Sugiarta.
Jenazah kemudian dibawa kembali menggunakan perahu milik keluarga menuju Pantai Pengambengan untuk proses evakuasi.
Sekitar pukul 17.00 WITA, perahu yang membawa korban tiba di Pantai Pengambengan. Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi dan selanjutnya membawa jenazah menuju Rumah Sakit Umum Negara (RSU Negara) menggunakan ambulans milik Polres Jembrana.
“Selanjutnya Tim SAR bersama Tim SAR Gabungan melaksanakan evakuasi dan akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Negara menggunakan ambulans dari Polres Jembrana,” jelas Dewa Hendri Gunawan.
Operasi pencarian dan evakuasi tersebut melibatkan sejumlah unsur SAR, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI AL Pos Pengambengan, Polair Polres Jembrana, Polres Jembrana, serta nelayan dan masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian terhadap nelayan asal Cupel tersebut dinyatakan membuahkan hasil setelah berlangsung selama empat hari.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com