Mesin RDF TPST Mengwitani Diuji, Bupati Badung Targetkan Pengolahan Sampah Capai 300 Ton per Hari - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

8/19/26

Mesin RDF TPST Mengwitani Diuji, Bupati Badung Targetkan Pengolahan Sampah Capai 300 Ton per Hari


Badung, dewatanews.com — Penanganan sampah di Kabupaten Badung memasuki tahap baru. Pemerintah Kabupaten Badung menguji kapasitas mesin Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani, Selasa (18/8), sebagai upaya mempercepat dan mengoptimalkan pengolahan sampah berbasis teknologi.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, saat ini TPST Mengwitani telah mengoperasikan satu unit mesin RDF dengan kapasitas pengolahan mencapai 100 ton sampah per hari. Pemerintah Kabupaten Badung juga menyiapkan tambahan dua unit mesin dengan kapasitas masing-masing 100 ton per hari.

“Untuk sementara baru tersedia satu mesin RDF dengan kapasitas 100 ton per hari. Rencananya kita juga akan menyiapkan dua mesin lagi dengan kapasitas masing-masing 100 ton, sehingga totalnya menjadi 300 ton per hari,” ujar Adi Arnawa seusai meninjau pengoperasian mesin, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Made Rai Warastuthi beserta jajaran.

Menurutnya, pengoperasian satu unit mesin RDF berkapasitas 100 ton per hari telah memberikan perubahan signifikan terhadap penanganan sampah di Badung. Penambahan dua mesin yang saat ini masih dalam tahap uji coba diharapkan semakin memperkuat kapasitas pengolahan hingga persoalan sampah di Kabupaten Badung dapat ditangani secara optimal.

“Kelihatannya dari satu mesin yang berkapasitas 100 ton saja sudah terjadi perubahan yang sangat signifikan, terutama dalam penanganan sampah yang ada di Badung. Mudah-mudahan dengan penambahan dua mesin lagi yang sedang dicoba, persoalan sampah di Badung benar-benar bisa tuntas,” katanya.

Namun, Bupati menegaskan bahwa keberadaan teknologi pengolahan sampah tidak dapat menjadi satu-satunya solusi. Peran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumber, terutama rumah tangga, tetap menjadi faktor penting.

Ia mengimbau masyarakat untuk konsisten melakukan pemilahan sampah dari rumah. Dengan sampah yang telah dipilah sejak sumbernya, proses pengolahan di tingkat hilir dinilai akan berlangsung lebih cepat, efektif, dan efisien.

“Kalau sampah itu dipilah dari sumber, jauh akan lebih cepat dan lebih efektif. Walaupun kita sudah memiliki mesin seperti sekarang ini, saya tetap berharap dukungan masyarakat itu penting. Kita tidak bisa tergantung dengan mesin saja,” tegasnya.

Adi Arnawa menambahkan, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan memilah sampah harus berjalan beriringan dengan penguatan teknologi. Dengan sinergi tersebut, kapasitas mesin RDF yang dipersiapkan pemerintah diharapkan dapat bekerja lebih optimal sekaligus mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Badung.

“Dukungan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan serta memilah sampah sangat diperlukan. Kalau ini sudah dilakukan masing-masing masyarakat, saya kira akan jauh lebih efektif mesin-mesin yang akan kita persiapkan,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com