Gubernur Koster Dorong Kolaborasi Teknologi dan Pendidikan Perkuat SDM Bali Unggul - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

8/15/26

Gubernur Koster Dorong Kolaborasi Teknologi dan Pendidikan Perkuat SDM Bali Unggul


Denpasar, dewatanews.com — Gubernur Bali Wayan Koster mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor teknologi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali. Penguatan numerasi, literasi digital, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dinilai menjadi kunci menyiapkan generasi Bali yang unggul dan adaptif menghadapi perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali bersama Telkomsel, Gasing Academy, Kuncie, serta para pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran “AI for Education” yang inklusif di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (14/8).

Menurut Koster, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas manusia. Generasi muda Bali tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir logis, kritis, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan secara tepat.

“Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun SDM Bali Unggul, karena kemampuan numerasi akan membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berbasis data, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Koster.

Ia mengapresiasi inisiatif Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya yang menghadirkan program pembelajaran tersebut di Bali. Koster juga menyatakan kesiapan Pemprov Bali untuk mendorong kolaborasi yang lebih luas agar manfaat program dapat dirasakan sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Bali.

Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan pembelajaran matematika yang lebih mudah dipahami, interaktif, dan menyenangkan bagi guru maupun siswa. Program dikembangkan melalui Gasing Academy dengan metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan).

Pembelajaran siswa kemudian diperkuat melalui Sacred Octagon, platform berbasis permainan yang didukung teknologi AI untuk membantu anak belajar matematika secara interaktif dan bertahap.

Dalam konsep AI for Education, teknologi ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran. Guru tetap menjadi pusat pendidikan, sementara teknologi dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan perkembangan kemampuan masing-masing siswa.

Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung, melainkan fondasi untuk berpikir, memahami persoalan, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya Ph.D., menjelaskan pendekatan GASING dirancang agar matematika dapat dipelajari secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan. Kepercayaan diri guru dalam mengajar serta keberanian siswa untuk mencoba menjadi bagian penting dalam menciptakan perubahan pembelajaran.

Dalam kegiatan tersebut, guru dan siswa juga berkesempatan menyaksikan sekaligus mencoba secara langsung pembelajaran dengan pendekatan GASING dan platform Sacred Octagon. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan di lapangan sekaligus mengevaluasi manfaat program secara bertahap.

Sebelumnya, Telkomsel dan INA AI telah menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U untuk memperluas akses keluarga Indonesia terhadap pembelajaran numerasi digital.

Di Bali, kolaborasi tersebut diperkuat melalui keterlibatan Pemprov Bali, peningkatan kompetensi pendidik, pembelajaran siswa, serta evaluasi program secara bertahap.

Sinergi pemerintah, dunia pendidikan, dan teknologi ini diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis membangun generasi Bali yang unggul, cerdas, percaya diri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com