Bupati Kembang Kecewa, Lomba Layang-Layang Jembrana Disorot: Panitia Dinilai Tak Profesional - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

8/31/26

Bupati Kembang Kecewa, Lomba Layang-Layang Jembrana Disorot: Panitia Dinilai Tak Profesional


Jembrana, dewatanews.com – Penyelenggaraan Lomba Layang-Layang Jembrana di Pantai Pengambengan, Minggu (30/8), menuai sorotan. Bukan hanya dari para peserta atau rare angon, kekecewaan juga disampaikan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang menilai pelaksanaan event tersebut jauh dari standar profesional.

Kekecewaan muncul akibat sejumlah persoalan, mulai dari manajemen teknis yang dinilai buruk, minimnya koordinasi, persiapan yang kurang matang, hingga proses penilaian dan penentuan juara yang dipersoalkan peserta.

Padahal, kegiatan yang digelar organisasi Kite Pelangi Jembrana tersebut membawa nama daerah dan dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu event budaya sekaligus penggerak pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Dengan kapasitas organisasi yang dimiliki, Pelangi Jembrana dinilai seharusnya mampu mengemas lomba secara lebih profesional, transparan, dan tertata.

Di lapangan, sejumlah peserta menyoroti minimnya persiapan panitia serta suasana kegiatan yang dinilai sepi. Jadwal pelaksanaan yang bertepatan dengan Denpasar Kite Festival juga disebut turut memengaruhi atmosfer kegiatan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi catatan serius karena event budaya semestinya dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata maupun UMKM lokal. Terlebih, Pemerintah Kabupaten Jembrana turut mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kekecewaan terhadap pelaksanaan lomba juga disampaikan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan setelah melihat langsung kondisi di lapangan.

“Pelaksanaannya sangat mengecewakan dan terkesan asal-asalan, tanpa persiapan yang matang. Bahkan event yang digarap komunitas kecil dengan anggaran lebih sedikit bisa dikemas jauh lebih baik dari ini. Ini harus jadi catatan sekaligus evaluasi total panitia,” tegas Kembang, Senin (31/8).

Kembang menegaskan, seluruh organisasi di Jembrana harus lebih serius dalam mengelola kegiatan daerah. Transparansi, profesionalitas, koordinasi, serta tanggung jawab dinilai menjadi hal penting untuk menjaga nama baik Kabupaten Jembrana.

Sorotan tak hanya datang dari pemerintah. Sejumlah peserta juga mengaku kecewa, khususnya terhadap persoalan teknis selama kegiatan serta proses penentuan juara.

Salah seorang peserta dari komunitas layang-layang yang enggan disebutkan namanya menyebut persoalan tersebut telah menimbulkan kekecewaan di kalangan rare angon Jembrana maupun komunitas rare angon SARBAGITA.

“Banyak kekecewaan yang terjadi, baik itu teknis sampai keputusan pengambilan juara yang dilakukan oleh pihak panitia. Kegaduhan ini sudah menimbulkan banyak kekecewaan, baik itu rare angon Jembrana dan rare angon SARBAGITA,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi pengurus Pelangi Jembrana. Ia berharap Pemkab Jembrana turut mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi maupun penyelenggaraan event ke depan.

“Perlu ada evaluasi terhadap Ketua Pelangi Jembrana saat ini. Yang kita butuhkan sosok yang memiliki kapasitas serta komitmen tinggi untuk mengayomi asosiasi sehingga kami tetap merasa dinaungi serta diurus oleh asosiasi,” ujarnya.

Para peserta berharap polemik penyelenggaraan Lomba Layang-Layang Jembrana menjadi momentum perbaikan. Event budaya yang melibatkan komunitas dan masyarakat luas dinilai harus dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Terlebih, ajang layang-layang bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari ruang kebersamaan serta upaya menjaga keberlangsungan seni dan tradisi layang-layang Bali.

Ke depan, peserta berharap seluruh pihak terkait dapat melakukan evaluasi secara terbuka sehingga penyelenggaraan event serupa tidak kembali menimbulkan polemik dan mampu memberikan manfaat nyata bagi komunitas, pariwisata, serta perekonomian masyarakat Jembrana.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com