Denpasar, dewatanews.com — Ribuan penonton memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, saat pagelaran Drama Gong Lawas bertajuk Grenggeng Maya sukses memukau dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 pada Kamis (2/6) malam.
Penampilan yang dibawakan oleh Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas Padsmagol dari Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, ini menghadirkan lakon Rekasadana yang sarat pesan moral, namun tetap dikemas dengan humor khas drama gong yang mengundang gelak tawa penonton sejak awal hingga akhir pementasan.
Kehadiran Gubernur Bali, Wayan Koster, menjadi sorotan utama malam itu. Ia tampak menyaksikan langsung dari barisan depan bersama jajaran Forkopimda, budayawan, kurator, serta para seniman Bali.
Drama Gong sendiri merupakan perpaduan antara tabuh Gong Kebyar dengan seni peran yang dibalut dialog jenaka dan spontan. Kesenian ini pernah mencapai puncak popularitas pada era 1980–1990-an, dan hingga kini tetap bertahan sebagai salah satu hiburan tradisional yang dicintai masyarakat Bali.
Kehadiran Gubernur Koster dinilai sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga keberlangsungan ekosistem seni tradisi. Sebagai penggemar drama gong sejak kecil, Koster mengaku sangat terkesan dengan penampilan yang disuguhkan.
“Drama gong adalah salah satu kesenian tradisional Bali yang sangat digemari masyarakat dan mampu bertahan hingga saat ini. Kita harus jaga, rawat, dan terus regenerasikan,” tegasnya kepada awak media usai pementasan.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai dan petuah yang terkandung dalam cerita drama gong kerap menjadi inspirasi dalam kepemimpinannya.
Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur Koster turut mengabadikan momen bersama seluruh pemain dan sekaa Drama Gong Lawas yang tampil malam itu.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com