Jembrana, dewatanews.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Salah satunya melalui percepatan mekanisasi pertanian dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani.
Sebanyak tujuh kelompok tani/subak di Jembrana menerima bantuan mesin perontok padi (power thresher) dari Kementerian Pertanian RI. Bantuan yang bersumber dari APBN tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, di kawasan Subak Keduwa, Kecamatan Negara, Rabu (22/7).
Dalam kesempatan itu, Bupati Kembang menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah petani. Ia menginstruksikan jajaran Dinas Pertanian dan penyuluh agar aktif turun ke lapangan guna menyerap aspirasi serta memahami persoalan yang dihadapi petani.
“Kalau kita tidak turun langsung, kita tidak akan tahu kondisi riil yang dihadapi petani,” tegasnya.
Menurutnya, bantuan power thresher ini menjadi solusi strategis, khususnya bagi lahan pertanian yang tidak dapat dijangkau mesin combine harvester, seperti lahan sempit, becek, atau dengan kondisi topografi tertentu.
“Mesin ini sangat membantu saat kondisi lahan tidak memungkinkan penggunaan combine,” ujarnya.
Bupati Kembang juga sempat mencoba langsung pengoperasian mesin di area Subak Kedal untuk memastikan alat dapat digunakan secara optimal. Ia berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mendorong produktivitas hasil pertanian.
“Ini bantuan untuk kelompok, bukan pribadi. Mohon dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Astungkara hasil produksi petani bisa meningkat,” tandasnya.
Adapun tujuh subak penerima bantuan alsintan yakni Subak Yehembang dan Subak Air Sumbul (Mendoyo), Subak Sawe Dauh Tukad (Jembrana), Subak Keduwa dan Subak Telepus Sari (Negara), serta Subak Paswar Palasari dan Subak Mertasari (Melaya).

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com