Denpasar, dewatanews.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Bali yang terintegrasi, berkelanjutan, dan merata.
Hal tersebut disampaikan AHY dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7) pagi.
Dalam arahannya, AHY menyebut rapat koordinasi ini menjadi “payung besar” (umbrella) untuk menyatukan visi, rencana, dan eksekusi pembangunan lintas sektor. Ia menekankan bahwa koordinasi tidak berhenti pada satu pertemuan, melainkan akan dilanjutkan dengan pemantauan progres dan rapat lanjutan guna memastikan seluruh program berjalan sesuai target.
“Rakor ini harus memastikan kita satu visi, satu rencana, dan satu eksekusi. Hasilnya harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar AHY.
Fokus Infrastruktur, Konektivitas, dan Tata Ruang
Pemerintah, lanjutnya, akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, konektivitas, serta penataan ruang sebagai satu kesatuan ekosistem yang tidak terpisahkan. Pendekatan ini diharapkan menjadi paradigma pembangunan Bali ke depan, sekaligus model bagi wilayah lain di Indonesia.
Selain itu, AHY mendorong penguatan kolaborasi pendanaan melalui berbagai skema, seperti kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), pembiayaan kreatif, hingga green finance untuk mendukung proyek strategis.
Pemerataan Pariwisata dan Penguatan Ekonomi Kreatif
Dalam sektor pariwisata, pemerintah menekankan pentingnya penyusunan master plan untuk mengurangi konsentrasi wisatawan di Bali selatan. Pengembangan destinasi di Bali utara, timur, dan barat menjadi strategi utama guna mendorong pemerataan ekonomi.
Integrasi pengembangan destinasi dengan konektivitas, layanan dasar, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Di sisi lain, penguatan ekonomi kreatif dilakukan melalui sertifikasi dan pembinaan pelaku usaha.
Penanganan Sampah dan Perlindungan Lahan Jadi Prioritas
Isu lingkungan turut menjadi sorotan, khususnya pengelolaan sampah dan perlindungan lahan pangan. Pemerintah menargetkan peningkatan tata kelola sampah, penguatan regulasi, serta edukasi sejak dini untuk membangun budaya bersih di masyarakat.
AHY juga menekankan pentingnya pengendalian alih fungsi lahan, termasuk perlindungan kawasan subak, sempadan pantai, dan sungai dari pelanggaran tata ruang.
Transportasi dan Hunian Berkelanjutan
Di sektor transportasi, pemerintah tengah mengkaji pengembangan taksi air di pesisir selatan Bali, serta sistem transportasi massal berbasis koridor Denpasar–Badung–Gianyar.
Sementara itu, pembangunan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga didorong, termasuk proyek percontohan rumah susun berbasis budaya di kawasan Sesetan.
Peran Daerah dan Tindak Lanjut
AHY menegaskan peran penting pemerintah daerah dalam menyinkronkan rencana tata ruang, memperkuat penegakan hukum lingkungan, serta menyiapkan lahan dan perizinan untuk proyek prioritas.
Ia juga mendorong pembentukan unit koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan seluruh hasil rakor dapat ditindaklanjuti secara konkret.
“Perbedaan pandangan bisa saja terjadi, tetapi harus menjadi diskusi yang konstruktif. Pemerintah pusat hadir untuk mendukung dan menjembatani agar pembangunan Bali semakin maju dan berkelanjutan,” tegasnya.
Rapat ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Bali sebagai wilayah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com