SMKN 3 Singaraja Jadi Harapan Buleleng di Ajang Keamanan Siber Bali 2026, Siap Adu Skill Lawan Tim Terbaik se-Bali - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

6/9/26

SMKN 3 Singaraja Jadi Harapan Buleleng di Ajang Keamanan Siber Bali 2026, Siap Adu Skill Lawan Tim Terbaik se-Bali


Buleleng, dewatanews.com – Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital, siswa SMKN 3 Singaraja mendapat kepercayaan besar untuk membawa nama Kabupaten Buleleng dalam ajang bergengsi Junior Sentinel Challenge (JSC) 2026, kompetisi keamanan informasi dan keamanan siber tingkat Provinsi Bali.

Sekolah kejuruan tersebut resmi menjadi wakil Buleleng setelah mengikuti babak penyisihan yang digelar di Ruang BCC Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Selasa (9/6). Menariknya, Buleleng menjadi kabupaten terakhir yang melaksanakan babak penyisihan setelah rangkaian seleksi berlangsung secara bergilir di seluruh Bali sejak 5 Mei 2026.

Junior Sentinel Challenge merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali bekerja sama dengan Diskominfo Kabupaten/Kota se-Bali sebagai upaya mencetak generasi muda yang tangguh menghadapi tantangan dunia digital.

Mewakili Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali, Sandiman Ahli Madya Dinas Kominfos Provinsi Bali, I Made Widiartha, ST., MAP., mengatakan bahwa JSC 2026 hadir dengan format baru yang lebih kompetitif dan kolaboratif.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya peserta bertanding secara individu, kini kompetisi dilaksanakan dalam format tim dan diawali dengan babak penyisihan di masing-masing kabupaten/kota.

“Melalui mekanisme ini, proses penjaringan peserta menjadi lebih optimal dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda di seluruh Bali untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang keamanan informasi. Tim dengan nilai tertinggi akan melaju ke babak final tingkat provinsi di Denpasar pada Juli mendatang,” jelasnya.

Menurut Widiartha, kompetisi ini memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia Bali yang siap menghadapi era transformasi digital. Sebagai daerah tujuan wisata dunia sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi digital, Bali membutuhkan generasi muda yang memahami pentingnya keamanan informasi dan mampu menghadapi berbagai ancaman siber.

“Melalui kegiatan ini kami berharap peserta dapat meningkatkan kemampuan di bidang keamanan siber, memiliki pola pikir kritis terhadap ancaman digital, dan menjadi bagian dari human firewall yang kuat di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Komang Ery Marta Pariata, ST., menilai perkembangan teknologi saat ini tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan risiko serius seperti peretasan, malware, hingga penyalahgunaan teknologi digital.

Karena itu, menurutnya, Junior Sentinel Challenge menjadi wadah penting untuk membangun literasi keamanan informasi di kalangan generasi muda sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan inovasi di bidang teknologi informasi.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi SMKN 3 Singaraja yang mewakili Kabupaten Buleleng. Generasi muda memiliki potensi besar menjadi talenta digital yang mampu menjaga ruang siber tetap aman dan bertanggung jawab,” katanya.

Kini, harapan Buleleng berada di pundak para siswa SMKN 3 Singaraja. Mereka ditantang untuk membuktikan kemampuan terbaiknya sekaligus bersaing dengan tim-tim unggulan dari seluruh Bali demi merebut tiket dan prestasi di babak final Junior Sentinel Challenge 2026 yang akan digelar di Denpasar pada Juli mendatang.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com