Denpasar, dewatanews.com – Komitmen Bali dalam menghadapi perubahan iklim kembali ditegaskan. Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, bersama Gubernur Bali Wayan Koster memimpin aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (10/6).
Kegiatan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, dan komunitas lingkungan tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata.
Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
“Kita mulai merasakan dampak dari cara kita memperlakukan alam. Banyak bencana hidrometeorologi yang terjadi sebagai respons atas kerusakan lingkungan yang dilakukan manusia,” tegas Jumhur.
Menurutnya, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga kawasan pesisir, mengurangi dampak perubahan iklim, serta meningkatkan kemampuan alam dalam menyerap karbon. Karena itu, pemerintah pusat berkomitmen memperluas gerakan penanaman mangrove di berbagai daerah, termasuk Bali yang dinilai memiliki posisi penting sebagai destinasi wisata dunia.
Jumhur juga memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Bali yang dinilai berhasil membangun kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Di Bali saya melihat semua kalangan bisa bersatu. Ini contoh yang sangat baik dalam upaya pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup berencana kembali menggelar aksi penanaman mangrove dalam skala lebih besar di Bali pada peringatan Hari Mangrove Sedunia, 28 Juli mendatang.
Selain itu, Menteri LH turut mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani persoalan sampah. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan akan berdampak langsung pada citra Bali di mata dunia dan memperkuat sektor pariwisata.
“Ketika suatu daerah serius menjaga lingkungan, masyarakat internasional akan memberikan penghormatan dan simpati. Ini justru memperkuat daya tarik pariwisata,” katanya.
Jumhur juga menyoroti besarnya potensi ekonomi hijau dari kawasan mangrove. Selain berfungsi sebagai pelindung pesisir dan habitat biota, mangrove memiliki kemampuan tinggi menyerap karbon sehingga berpeluang menjadi bagian dari skema perdagangan karbon internasional yang bernilai ekonomi.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga keseimbangan alam dan menghadapi dampak perubahan iklim.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri yang hadir di Bali sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup di Provinsi Bali,” ujar Koster.
Ia menjelaskan, Pemprov Bali secara konsisten melaksanakan gerakan penanaman pohon dan mangrove setiap bulan di berbagai wilayah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kawasan hijau sekaligus memulihkan ekosistem yang sempat mengalami kerusakan.
Koster mengungkapkan, sekitar 18 hektare kawasan mangrove di wilayah Denpasar dan Badung sempat mengalami kerusakan dan kini terus direhabilitasi secara bertahap sejak tahun 2019.
“Semoga mangrove yang ditanam hari ini tumbuh dengan baik sehingga kawasan ini kembali pulih dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” harapnya.
Melalui rehabilitasi mangrove yang berkelanjutan, pengelolaan sampah yang semakin baik, dan penguatan ekonomi hijau, Bali terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com