Jadi Tuan Rumah Forum Lada Internasional 2026, Koster: Nama Bali Jadi Magnet Dunia - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

6/4/26

Jadi Tuan Rumah Forum Lada Internasional 2026, Koster: Nama Bali Jadi Magnet Dunia


Denpasar, dewatanews.com - Bali kembali dipercaya menjadi panggung pertemuan internasional. Kali ini, Pulau Dewata ditunjuk sebagai tuan rumah Forum Lada Internasional 2026 yang akan mempertemukan negara-negara produsen lada terbesar dunia. Gubernur Bali, Wayan Koster, pun menyatakan dukungan penuh dan siap menyambut ratusan delegasi dari berbagai negara.

Kepastian tersebut disampaikan dalam audiensi jajaran Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI dengan Gubernur Bali di Jayasabha, Denpasar, Rabu (3/6).

Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional, Natan Kambuno, mengungkapkan forum bergengsi tersebut akan digelar pada 30 November hingga 1 Desember 2026 di Bintang Bali Resort.

Forum ini merupakan agenda komunitas lada internasional yang beranggotakan negara-negara produsen utama dunia, seperti Indonesia, Malaysia, India, Brasil, dan Sri Lanka.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali karena bersedia menjadi tuan rumah forum lada internasional. Forum ini diselenggarakan oleh komunitas lada internasional yang beranggotakan negara-negara produsen lada dunia,” ujar Natan.

Menurutnya, kegiatan tersebut akan dihadiri ratusan peserta dari berbagai negara, mulai dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, peneliti, hingga para pemangku kepentingan di sektor perkebunan dan perdagangan internasional.

Selain menjadi forum diskusi mengenai perkembangan industri lada global, pertemuan ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama perdagangan, investasi, pengembangan teknologi budidaya, hingga peningkatan daya saing produk lada Indonesia di pasar internasional.

Natan menilai Bali memiliki daya tarik yang kuat sebagai lokasi penyelenggaraan forum internasional. Selain dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali juga dinilai mampu menghadirkan nilai tambah bagi promosi komoditas unggulan Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Koster menyatakan menyambut baik penyelenggaraan forum lada internasional di Bali. Ia menilai lada merupakan salah satu komoditas bersejarah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan telah menjadi bagian penting dalam perdagangan dunia sejak berabad-abad lalu.

“Lada merupakan komoditas yang unik dan khas Indonesia. Ini adalah salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai strategis,” kata Koster.

Ia juga meyakini nama besar Bali sebagai destinasi wisata internasional akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para delegasi untuk menghadiri forum tersebut.

“Nama Bali tentu menjadi magnet bagi peserta untuk datang. Saya sangat mendukung penyelenggaraan forum ini karena manfaatnya besar bagi perdagangan maupun promosi Bali di tingkat global,” tegasnya.

Sebagai salah satu produsen lada terbesar dunia, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan forum ini untuk memperkuat posisinya dalam rantai perdagangan lada global. Berbagai isu strategis mulai dari produksi, kualitas, keberlanjutan, akses pasar, hingga tantangan perdagangan internasional akan menjadi pembahasan utama dalam forum tersebut.

Di sisi lain, penyelenggaraan Forum Lada Internasional 2026 semakin mempertegas posisi Bali sebagai destinasi utama penyelenggaraan konferensi dan pertemuan internasional. Kehadiran ratusan delegasi dari berbagai negara juga diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah melalui kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Dengan dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali, forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan industri lada dunia sekaligus memperkenalkan potensi perdagangan, investasi, budaya, dan pariwisata Bali kepada komunitas internasional.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com