Jembrana, dewatanews.com – Ribuan pasang mata memadati Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Minggu (28/6), saat ratusan pasang kerbau berlaga dalam ajang Makepung Kapolda Bali Cup 2026. Event yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi bukti nyata pelestarian budaya khas Jembrana.
Tercatat sekitar 2.000 penonton hadir menyaksikan tradisi balap kerbau yang sarat nilai budaya ini. Sebanyak 254 peserta turut ambil bagian, terdiri dari 132 peserta Regu Ijo Gading Barat dan 122 peserta Regu Ijo Gading Timur.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kapolda Bali berhalangan hadir karena tugas kedinasan di Jakarta. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.
“Melalui Makepung Kapolda Bali Cup 2026, kami ingin menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk merawat budaya daerah. Makepung bukan sekadar lomba, melainkan identitas masyarakat Jembrana yang mengandung nilai kebersamaan, sportivitas, kerja keras, dan gotong royong,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ajang Makepung juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Aktivitas UMKM, perdagangan lokal, hingga sektor peternakan kerbau mengalami peningkatan selama kegiatan berlangsung.
Tak hanya perlombaan, acara ini juga diramaikan dengan pasar murah guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Sementara itu, Ketua Sekaa Makepung Jembrana melaporkan bahwa Regu Ijo Gading Barat berhasil keluar sebagai Juara Umum. Juara I diraih pasangan Restu Ibu Sumbersari milik Yogi Mahardika dari Regu Ijo Gading Barat. Juara II diraih pasangan Truna Jaya milik I Wayan Wianjana dari Regu Ijo Gading Timur, dan Juara III diraih pasangan Bintang Bali Barat milik I Putu Pasek Merta dari Regu Ijo Gading Barat.
Antusiasme masyarakat yang tinggi dalam ajang ini menjadi bukti bahwa Makepung tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Jembrana di tengah arus modernisasi.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com