Angkat Permainan Tradisional Banyuning, Duta Buleleng Memikat Penonton PKB 2026 - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

6/23/26

Angkat Permainan Tradisional Banyuning, Duta Buleleng Memikat Penonton PKB 2026


Denpasar, dewatanews.com – Permainan tradisional yang mulai jarang dikenal generasi muda berhasil mencuri perhatian ratusan penonton di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Minggu (21/6) malam. Duta Gong Kebyar Anak-Anak Kabupaten Buleleng dari Sanggar Seni Suara Mustika tampil memikat dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 dengan mengangkat tradisi khas Banyuning, Mecolek-Colekan Adeng.

Teriakan riang, keceriaan anak-anak, serta nuansa permainan rakyat Bali berpadu dalam sajian Tari Dolanan Mecolek-Colekan Adeng, yang menjadi daya tarik utama penampilan Buleleng. Garapan ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat tentang permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan, sportivitas, dan kegembiraan masa kanak-kanak.

Ketua Sanggar Seni Suara Mustika, Made Wira Okta Atmadi, menjelaskan bahwa Tari Dolanan Mecolek-Colekan Adeng merupakan satu dari tiga karya yang dibawakan bersama Tabuh Kreasi Pepanggulan Sudha Citta dan Tari Kreasi Penyambutan Kembang Deeng.

Menurutnya, Mecolek-Colekan Adeng berakar dari tradisi yang dilaksanakan saat piodalan di Pura Pemayun Banyuning. Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi permainan yang akrab dimainkan anak-anak di lingkungan masyarakat setempat.

Dalam berbagai permainan tradisional seperti mececimpedan dan meatma-atmaan, mecolek-colekan adeng biasanya diberikan sebagai hukuman ringan bagi peserta yang kalah. Tradisi sederhana itu kemudian diolah menjadi sebuah tari dolanan yang mengangkat nilai kebersamaan, sportivitas, dan keceriaan anak-anak Bali.

Selain mengangkat kearifan lokal Banyuning, Duta Gong Kebyar Anak-Anak Kabupaten Buleleng juga menampilkan Tabuh Kreasi Pepanggulan Sudha Citta yang terinspirasi dari perjalanan spiritual Siddhartha Gautama menuju pencerahan. Melalui komposisi tabuh yang dinamis, karya tersebut menggambarkan perjalanan manusia dalam mencari kejernihan pikiran dan ketenangan batin.

Sementara itu, Tari Kreasi Penyambutan Kembang Deeng hadir sebagai representasi kelembutan dan keramahan perempuan Buleleng. Tarian yang terinspirasi dari tradisi pedeengan dalam upacara pengabenan itu dibawakan secara berkelompok dengan gerak yang anggun dan penuh estetika.

Made Wira mengungkapkan, persiapan menuju PKB telah dimulai sejak Februari 2026. Sebelum ditetapkan sebagai duta Kabupaten Buleleng, Sanggar Seni Suara Mustika terlebih dahulu mengikuti proses seleksi di tingkat kabupaten.

“Tantangan terbesar tentu karena kami membina anak-anak. Karakter mereka berbeda-beda dan kedisiplinan dalam mengikuti latihan menjadi tantangan tersendiri. Namun berkat dukungan orang tua, pelatih, dan semangat anak-anak, seluruh proses persiapan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Melalui penampilan tersebut, pihaknya berharap tidak hanya mampu menghibur penonton, tetapi juga memperkenalkan kembali tradisi dan permainan rakyat Banyuning kepada generasi muda Bali.

“Semoga penampilan hari ini dapat memukau penonton dan menggugah anak-anak di luar sana untuk mau belajar menggambel, menari, serta ikut melestarikan seni dan budaya Bali,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com