Jembrana, dewatanews.com – Pesamuhan Agung VII Manca Agung Trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung yang berlangsung di Wantilan Pura Puseh Desa Baluk, Kabupaten Jembrana, Sabtu (30/5) resmi menelurkan tiga rekomendasi strategis. Salah satu poin krusial adalah penetapan Kota Denpasar sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan Pesamuhan Agung VIII pada tahun 2027 mendatang.
Selain menentukan lokasi pertemuan berikutnya, forum tertinggi pasemetonan ini juga menyepakati dua poin penting lainnya, yakni pelaksanaan penyegaran atau pergantian Kepengurusan Yayasan Manca Agung, serta komitmen untuk melanjutkan hingga menuntaskan pemugaran Pura Dalem Samprangan.
Acara akbar ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat Manca Agung, pengurus kabupaten/kota se-Bali, serta ratusan perwakilan pasemetonan dari seluruh penjuru pulau.
Penguatan Struktur dan Restorasi Sejarah
Dalam sambutannya, Pengageng Ageng Manca Agung, Prof. Dr. Dewa Nyoman Oka, M.Pd., menegaskan bahwa Manca Agung merupakan lembaga pasemetonan yang memiliki akar kuat dalam sejarah Kerajaan Bali. Oleh sebab itu, penyegaran kepengurusan yayasan dinilai menjadi langkah krusial untuk memperkuat roda organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan.
"Penyegaran organisasi dan kelanjutan pemugaran Pura Dalem Samprangan adalah bagian dari upaya kita menjaga garis sejarah dan mempererat ikatan spiritual pasemetonan," ujar Prof. Dewa Nyoman Oka.
Pura Dalem Samprangan sendiri memegang posisi sentral sebagai pusat atau sumber dari Trah Ida Dhalem Wawu Dateng, yang juga dikenal sebagai Ida Dhalem Shri Aji Kresna Kepakisan.
Apresiasi Akuntabilitas Dana Punia
Sidang utama yang dimoderatori oleh Wakil Pengageng Ageng Manca Agung, Dewa Suarjaya, berjalan dinamis namun sarat dengan nuansa kekeluargaan. Dua agenda yang menarik perhatian besar peserta sidang adalah pemaparan progres fisik dan transparansi keuangan terkait pemugaran pura pusat tersebut.
Sang Putu Eka Pertama dalam laporan fisiknya menjelaskan bahwa seluruh proses renovasi berjalan sesuai dengan linimasa yang direncanakan berkat gotong royong tangguh dari pasemetonan di berbagai daerah.
Selaras dengan hal tersebut, Sang Putu Putra menyampaikan laporan keuangan pembangunan secara terbuka. Transparansi mengenai arus masuk dana punia, sumbangan pasemetonan, hingga alokasi pembiayaan tak pelak menuai apresiasi tinggi dari para peserta sidang sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan akuntabilitas organisasi.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi lewat pemukulan gong sebanyak lima kali, menyatakan rasa bangga atas terpilihnya Jembrana sebagai tuan rumah. Menurutnya, momentum ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan refleksi rasa syukur dalam memperkokoh tali persaudaraan (kesemetonan) di Bali.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, I Dewa Putu Merta Yasa, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara, sekaligus melaporkan basis data pamerajan Trah Manca Agung yang tersebar di wilayah Jembrana.
Melalui tiga rekomendasi strategis yang dilahirkan dalam Pesamuhan Agung VII ini, Trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung diharapkan mampu terus menjaga eksistensinya dalam melestarikan warisan sejarah, budaya, dan nilai spiritual Bali bagi generasi masa depan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com