Denpasar, dewatanews.com – Sejumlah warga di berbagai wilayah Bali mengeluhkan suhu udara yang terasa lebih dingin dalam beberapa hari terakhir, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi ini dirasakan di kawasan Denpasar, Bangli, Karangasem, hingga daerah dataran tinggi lainnya yang mengalami penurunan suhu cukup signifikan.
Berdasarkan data prakiraan cuaca dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, suhu udara di Bali pada akhir Mei 2026 berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius. Beberapa wilayah pegunungan seperti Bangli tercatat memiliki suhu minimum sekitar 19 derajat Celsius pada pagi hari.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Maria Octorina, menjelaskan bahwa fenomena udara dingin tersebut merupakan kondisi yang normal dan rutin terjadi saat memasuki musim kemarau, khususnya pada periode Juni hingga Agustus. Menurutnya, suhu dingin dipengaruhi oleh posisi semu matahari yang berada di Belahan Bumi Utara serta aktifnya angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan lebih dingin ke wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Bali.
“Suhu udara yang terasa lebih dingin di malam hari terjadi di bulan Juni, Juli, dan Agustus. Disebabkan oleh gerak semu tahunan matahari dan aktifnya monsun Australia,” jelas Maria Octorina.
Selain menyebabkan udara terasa lebih sejuk, kondisi musim kemarau juga membuat langit relatif lebih cerah dengan tingkat tutupan awan yang berkurang. Akibatnya, panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan pada malam hingga dini hari sehingga suhu udara menurun lebih drastis dibandingkan saat musim hujan.
Untuk Minggu (31/5), BMKG memprakirakan cuaca Bali secara umum cerah berawan hingga berawan dengan kelembapan udara berkisar 46–99 persen. Suhu minimum terpantau berada di kisaran 19 derajat Celsius, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Bangli.
BMKG mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi kesehatan, terutama pada pagi dan malam hari ketika suhu udara berada pada titik terendah. Penggunaan pakaian hangat serta menjaga daya tahan tubuh dianjurkan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang beraktivitas pada dini hari.
Fenomena udara dingin ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan seiring semakin kuatnya pengaruh musim kemarau di wilayah Bali dan sekitarnya.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com