Gianyar, dewatanews.com - Transformasi Posyandu sejalan dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 membawa pengaruh besar terhadap keberadaan lembaga ini. Dengan bidang tugas yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), 85 persen keberhasilan pembangunan di desa ditentukan oleh kesuksesan pelaksanaan program Posyandu.
Oleh karena itu, Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, meminta kader Posyandu meningkatkan pemahaman tentang enam SPM agar mampu bekerja dengan baik. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali “Membina dan Berbagi” di Wantilan Pura Manik Corong, Desa Sumita, dan Wantilan Balai Kanginan, Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Selasa (7/4).
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa kesuksesan program Posyandu di tingkat desa/kelurahan akan menimbulkan efek domino positif dalam pembangunan.
“Kesuksesan pelaksanaan program Posyandu akan berpengaruh pada 85 persen keberhasilan pembangunan di desa/kelurahan. Hal ini juga akan berdampak pada keberhasilan pembangunan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi,” katanya.
Menurutnya, Posyandu memegang peran penting karena lembaga ini mengedepankan pola bottom-up, di mana para kader proaktif menjemput bola, mencatat persoalan yang dihadapi warga, lalu memfasilitasi tindak lanjut dari aparat pemerintahan secara berjenjang.
“Kader Posyandu adalah harapan kita. Untuk itu, mereka harus terus belajar dan meningkatkan pemahaman sesuai dengan bidang tugas masing-masing,” imbuhnya.
Selain itu, salah satu program yang saat ini sedang digalakkan untuk segera ditangani adalah pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut membutuhkan peran serta seluruh masyarakat sebagai penghasil sampah.
“Sampah-sampah yang kita hasilkan sebaiknya dikelola dari sumbernya, baik dengan memilah, memilih, dan mengumpulkan sesuai jenisnya sebelum diserahkan untuk dibawa dan diolah di TPS3R dan TPST. Dengan begitu, kita sama-sama bertanggung jawab atas apa yang kita hasilkan. Karena sampah, jika tidak dipertanggungjawabkan keberadaannya, akan menjadi sumber yang membahayakan bagi masa depan anak cucu kita nantinya.”
Untuk menyemangati kader di desa/kelurahan, dalam Aksi Sosial “Membina dan Berbagi”, Ibu Putri Koster membagikan bantuan berupa 3.780 kilogram beras, 7.560 butir telur, dan 250 kotak susu. Bantuan tersebut diberikan kepada 126 kader Posyandu Desa Sumita dan Babakan.
Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” juga diisi paparan mengenai transformasi Posyandu oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa lingkup tugas Posyandu tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Posyandu yang dulu dikenal sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), saat ini bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Perubahan ini menitikberatkan pada pelayanan kesehatan terpadu sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.
Sejalan dengan program di tingkat Provinsi Bali, Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, menyampaikan bahwa pihaknya tengah berupaya meningkatkan kapasitas kader dan menyempurnakan kelembagaan Posyandu di tingkat desa/kelurahan. Ia melaporkan bahwa Gianyar memiliki 4.300 kader Posyandu dan seluruhnya sudah terdaftar.
“Kami juga memiliki aplikasi sistem informasi Posyandu yang memungkinkan akses informasi terintegrasi hingga tingkat kabupaten,” pungkasnya.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com