Buleleng, dewatanews.com – Langkah strategis dalam memperkuat kapasitas petani dan pelaku usaha kopi terus dilakukan untuk meningkatkan daya saing di pasar serta menghadapi tantangan produksi. Hal ini terwujud dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program PM-UPUD bertema “Penanganan Pascapanen Kopi Melalui Aplikasi Coating Berbasis Konsep Zero-Waste untuk Mendukung Green Economy” yang dilaksanakan di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada 25 April 2026.
Kegiatan yang didanai oleh Program Pengabdian Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si, akademisi sekaligus Dekan Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa. Dalam paparannya, Prof. Luh Suriati menekankan bahwa penguatan sektor kopi harus dimulai dari hulu yang tangguh. Materi difokuskan pada strategi ketersediaan bahan baku alternatif sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi risiko gangguan produksi akibat cuaca ekstrem.
"Penting bagi petani untuk memiliki wawasan mengenai diversifikasi sumber bahan baku dan langkah antisipatif guna menjaga keberlanjutan produksi kopi, terutama di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi saat ini," ujar Prof. Luh Suriati.
Selain aspek teknis, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif terkait strategi pemasaran dan pengelolaan usaha. Materi ini meliputi teknik pemasaran, penentuan harga jual produk yang tepat, analisis target konsumen, hingga pengelolaan permodalan dan arus kas (cash flow). Sebagai upaya modernisasi, pemanfaatan teknologi digital seperti marketplace, website, dan media sosial turut diperkenalkan sebagai sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar.
Mengenai tata kelola bisnis, Prof. Luh Suriati menjelaskan bahwa profesionalisme manajemen internal sangat menentukan umur panjang sebuah usaha. Kegiatan ini membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) yang mencakup perencanaan produksi, pencatatan keuangan, pola manajemen organisasi, serta strategi distribusi produk untuk meningkatkan omzet penjualan.
"Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha kopi untuk lebih profesional dan berkelanjutan dalam mengelola bisnisnya," tambahnya.
Pendekatan zero-waste melalui aplikasi coating yang diusung dalam program ini menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan green economy di sektor pertanian. Melalui sesi berbagi pengalaman dengan pelaku industri, para petani mendapatkan gambaran nyata mengenai dinamika pasar dan pentingnya menjaga kualitas produk. Dengan sinergi antara inovasi ramah lingkungan dan literasi keuangan, masyarakat Desa Wanagiri diharapkan mampu mengembangkan usaha kopi yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com