Gianyar, dewatanews.com – Grand Final Lomba Fashion Design dan Silver Jewellery Design yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gianyar berlangsung meriah di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Minggu (12/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Budaya Gianyar dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-255 Kota Gianyar.
Acara tersebut dihadiri Bupati Gianyar I Made Mahayastra didampingi Ketua Dekranasda Gianyar, Sekda Gianyar, anggota DPRD Gianyar, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar.
Sebanyak 13 desainer busana dan 10 desainer perhiasan perak menampilkan karya terbaik mereka pada babak grand final. Seluruh karya diperagakan oleh sepasang model di hadapan dewan juri setelah para peserta sebelumnya melewati proses seleksi ketat.
Untuk kategori fashion design, dewan juri terdiri dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, S.Sn., M.Si., Sri Utami, S.Sn., M.Sn., dan Komang Tri Darmaja.
Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Dr. Ida Ayu Surya Adnyani, mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah. Menurutnya, ajang tersebut membuktikan kreativitas dan inovasi para desainer terus berkembang serta memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat lebih luas.
“Seluruh peserta lomba, tidak hanya dari Gianyar, ini membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi para desainer sangat berkembang dan memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat yang lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap para pemenang terus mengembangkan kreativitas dan meningkatkan mutu karya sehingga mampu menjadi inspirasi bagi desainer lainnya. Sementara peserta yang belum meraih juara diminta tetap semangat berproses dan mengasah kemampuan.
Pada kategori desain busana, juara pertama diraih Ni Wayan Essya Putri Rahayu dari Banjar Cemenggaon, Sukawati. Juara kedua diraih Putu Iga Widania dari Banjar Perangsada, Blahbatuh, dan juara ketiga diraih Desak Made Diah Sekar Rini dari Lingkungan Kelod Kauh, Gianyar.
Sementara kategori desain perhiasan perak dimenangkan I Made Rudi Artha dari Banjar Apuan Kelod, Bangli. Posisi kedua diraih I Wayan Adi Samara Putra dari Banjar Celuk, Sukawati, dan juara ketiga diraih I Komang Ari Budiarta, juga dari Banjar Celuk, Sukawati.
Juara pertama kategori desain busana, Ni Wayan Essya Putri Rahayu, mengungkapkan karya yang ditampilkan berjudul Bhuana Puspa Hrdaya. Busana tersebut terinspirasi dari tradisi mepeed yang berkembang di Kecamatan Sukawati dan dituangkan ke dalam rancangan busana modern.
“Saya sangat senang mengikuti lomba ini dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar karena desainer muda diberikan wadah berekspresi dan berkarya,” katanya.
Selain pengumuman pemenang, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada peserta dan juara lomba desain busana maupun desain kerajinan perak. Suasana semakin semarak dengan penampilan fashion show dari peserta busana PAUD.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com