Diduga Motif Asmara, Dua Warga di Tegallalang Minum Racun Rumput, Satu Meninggal Dunia - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

4/25/26

Diduga Motif Asmara, Dua Warga di Tegallalang Minum Racun Rumput, Satu Meninggal Dunia


Gianyar, dewatanews.com – Peristiwa tragis terjadi di wilayah Banjar Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Sabtu (25/4) siang. Dua orang warga ditemukan dalam kondisi lemas di sebuah ladang setelah diduga meminum cairan pembasmi rumput jenis Gramaxone. Dalam kejadian tersebut, satu korban dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 Wita oleh saksi I Gusti Ngurah Pica, yang juga merupakan suami dari salah satu korban. Saat itu, saksi berangkat menuju ladang miliknya untuk menyusul istrinya, A.A. Raka Mahyuni (37), yang sebelumnya pergi mencari kayu bakar.

Namun setibanya di lokasi, saksi justru mendapati pemandangan mengejutkan. Ia melihat seorang pria yang dikenalnya sebagai tetangga, I Nyoman Sampun (52), dalam kondisi duduk tanpa mengenakan celana. Tak jauh dari lokasi tersebut, saksi menemukan istrinya tergeletak lemas di tanah.

Saksi sempat mencoba membangunkan korban dengan memegang tubuh dan memanggilnya, namun tidak ada respons. Dalam kondisi panik, saksi kemudian bergegas pulang untuk meminta bantuan kepada warga lainnya, termasuk I Made Sudita dan Kepala Dusun setempat. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian Polsek Tegallalang untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap kedua korban sekitar pukul 15.25 Wita dan membawanya ke RSU Payangan menggunakan ambulans. Namun nahas, setibanya di rumah sakit sekitar pukul 16.10 Wita, I Nyoman Sampun dinyatakan meninggal dunia oleh dokter akibat keracunan. Sementara itu, kondisi korban perempuan, A.A. Raka Mahyuni, masih dalam penanganan medis.

Dari hasil penyelidikan awal, kedua korban diduga meminum cairan kimia pembasmi rumput jenis Gramaxone. Dugaan sementara, tindakan tersebut dilatarbelakangi oleh persoalan asmara, di mana keduanya diketahui memiliki hubungan di luar pernikahan.

Pihak keluarga korban telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah. Melalui perwakilan keluarga, yakni anak korban, I Ketut Limbur, keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun atas peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap serta latar belakang kejadian tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com