Buleleng Jadi Percontohan Nasional Digitalisasi Bansos, Penyaluran Lebih Transparan dan Tepat Sasaran - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

4/1/26

Buleleng Jadi Percontohan Nasional Digitalisasi Bansos, Penyaluran Lebih Transparan dan Tepat Sasaran


Buleleng, dewatanews.com - Kabupaten Buleleng kembali mencatat langkah maju dalam transformasi pelayanan publik. Dimana, Buleleng resmi ditunjuk sebagai salah satu daerah pilot project digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsospppa) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra saat memimpin rapat koordinasi piloting digitalisasi bantuan sosial di Buleleng di Ruang Rapat Gedung Unit IV, Rabu, (1/4) mengungkapkan bahwa program ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah mulai berjalan di lapangan. Hal ini ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) tim pelaksana serta berbagai kegiatan sosialisasi yang telah diikuti di tingkat provinsi maupun pusat.

“Walaupun rapat terbuka baru dilaksanakan hari ini, sebenarnya tim di Buleleng sudah bergerak lebih dulu. Ini bentuk komitmen kita mendukung program pusat,” ujarnya.

Kadis Kariaman mengatakan, program digitalisasi bansos ini menjadi terobosan penting dalam menjawab berbagai persoalan klasik penyaluran bantuan, seperti ketidaktepatan sasaran hingga kecemburuan sosial di masyarakat. Melalui sistem berbasis aplikasi yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), masyarakat nantinya dapat secara mandiri mengecek status kelayakan mereka sebagai penerima bantuan.

“Dengan sistem ini, semuanya menjadi lebih transparan. Masyarakat bisa langsung mengetahui apakah mereka layak atau tidak menerima bantuan, tanpa harus melalui proses yang berbelit,” jelasnya.

Tak hanya itu, digitalisasi ini juga diharapkan mampu memutus praktik-praktik perantara yang kerap menimbulkan ketidakpuasan di tengah masyarakat dan Buleleng mampu menjadi contoh nasional dalam mewujudkan sistem bantuan sosial yang lebih modern, transparan, dan berkeadilan.

Untuk mempercepat implementasi tersebut, pemerintah akan membentuk agen-agen sosial di setiap desa. Agen ini akan menjadi ujung tombak dalam membantu masyarakat mengakses aplikasi serta memahami mekanisme program.

Dalam membantu masyarakat, agen cukup dengan memiliki gadget yang suport dalam mengakses web Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta mengikuti pelatihan dari pusat, masyarakat sudah bisa berkontribusi dalam program ini.

Setiap agen nantinya akan mendampingi sekitar 100 kepala keluarga. Dengan jumlah kepala keluarga di Buleleng mencapai sekitar 267 ribu, keterlibatan aktif desa menjadi kunci sukses program ini. Sistem ini terintegrasi dengan data aset, kependudukan dan bank yang meminimalisir salah sasaran.

Adapun sasaran dan mekanismenya yakni, para penerima bansos untuk didaftarkan ulang, masyarakat kategori miskin yang belum mendapatkan bantuan sosial serta masyarakat miskin yang sakit kronis, disabilitas berat dan lansia.

Pemerintah Kabupaten Buleleng pun mengajak seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, kecamatan hingga desa, untuk bersama-sama menyukseskan program ini. “Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi upaya bersama untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” ajaknya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com