Akses Rusak dan Alat Berat Lumpuh, Krisis Pengelolaan Sampah di TPA Temesi Gianyar Kian Mendesak - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

4/6/26

Akses Rusak dan Alat Berat Lumpuh, Krisis Pengelolaan Sampah di TPA Temesi Gianyar Kian Mendesak


Gianyar, dewatanews.com – Permasalahan serius kembali mencuat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi, Kabupaten Gianyar. Kondisi infrastruktur yang rusak hingga minimnya alat berat yang berfungsi membuat pengelolaan sampah di lokasi tersebut kian terhambat dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.

Kepala Desa Temesi, I Ketut Branayoga, SE—yang akrab disapa Ahok Temesi—mengungkapkan bahwa akses jalan menuju TPA, khususnya di pintu masuk sisi selatan, masih dalam kondisi memprihatinkan. Jalan yang bercampur material sampah menyebabkan permukaan menjadi becek, bahkan saat cuaca tidak hujan.

“Meski sudah beberapa kali dilakukan pengurukan, kondisi jalan tetap becek. Truk pengangkut sampah kesulitan masuk ke area utama, sehingga sampah akhirnya menumpuk di sekitar pintu masuk,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Temesi, Senin (6/4).

Penumpukan sampah di pintu masuk tersebut tidak hanya menghambat mobilitas kendaraan operasional, tetapi juga mempersempit akses keluar-masuk truk. Kondisi ini diperparah dengan munculnya air lindi dari timbunan sampah yang berpotensi mencemari saluran irigasi pertanian milik warga sekitar.

Menurut Branayoga, dampak pencemaran ini mulai dirasakan para petani setempat. Melalui pekaseh, mereka telah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait kualitas air yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian.

“Keluhan dari petani sudah sering kami terima. Kami di desa masih berupaya menenangkan masyarakat sambil menunggu langkah konkret dari pihak terkait,” katanya.

Selain persoalan akses, keterbatasan alat berat menjadi kendala utama dalam proses pengelolaan sampah di TPA Temesi. Dari total empat unit alat berat yang tersedia, hanya satu unit yang masih dapat beroperasi. Tiga unit lainnya dilaporkan mengalami kerusakan dan belum mendapat perbaikan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada proses pemindahan, penataan, hingga pengolahan sampah yang tidak dapat berjalan optimal. Akibatnya, volume sampah yang terus masuk setiap hari tidak tertangani dengan maksimal.

“Dengan alat yang terbatas, pekerjaan jadi terhambat. Idealnya semua unit berfungsi agar penanganan sampah bisa lebih cepat dan efektif,” tegasnya.

Tidak hanya itu, keterbatasan sumber daya manusia turut memperparah situasi. Dari enam operator yang tercatat, hanya satu orang yang aktif bertugas di lapangan. Satu operator tersebut harus menangani berbagai pekerjaan sekaligus, mulai dari operasional alat berat hingga mengatasi kendala teknis.

“Kalau ada truk mogok atau kendala lain, alat berat harus berpindah fungsi. Ini membuat pelayanan semakin lambat dan tidak efisien,” imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Temesi mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar untuk segera mengambil langkah konkret. Perbaikan alat berat yang rusak, pengadaan unit baru, hingga peningkatan fasilitas pendukung dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Branayoga menegaskan, sebagai desa yang menjadi lokasi TPA, pihaknya bersama masyarakat selama ini tetap berkomitmen mendukung pengelolaan sampah di Kabupaten Gianyar. Namun, dukungan tersebut harus diimbangi dengan keseriusan dari instansi terkait.

“Kami selalu mendukung. Tapi tentu harus ada keseriusan juga dari OPD terkait dan petugas di lapangan. Ini menyangkut pelayanan publik dan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan memicu reaksi dari masyarakat, khususnya para petani yang terdampak langsung oleh pencemaran.

“Kami masih menahan masyarakat, terutama petani. Tapi kami harap ada langkah nyata secepatnya. Jangan sampai masyarakat kami marah,” pungkasnya.

Pemerintah desa berharap adanya respons cepat dan solusi konkret dari pihak berwenang agar permasalahan di TPA Temesi dapat segera teratasi. Penanganan yang tepat dinilai penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus kenyamanan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com