Penganiayaan Saat Nyepi di Joanyar, Pesta Miras Berujung Tebasan Samurai - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

3/20/26

Penganiayaan Saat Nyepi di Joanyar, Pesta Miras Berujung Tebasan Samurai


Buleleng, dewatanews.com Suasana Hari Raya Nyepi yang semestinya dijalani dalam keheningan, perenungan, dan ketenangan justru terusik oleh peristiwa penganiayaan di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Seorang pria mengalami luka robek terbuka di bagian punggung setelah ditebas dengan pedang jenis samurai dalam insiden yang dipicu pesta minuman keras.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 Wita, bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Kasus tersebut kini ditangani Polsek Seririt setelah korban melapor dan terduga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti.

Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz, atas seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, S.I.K., M.Si., M.T., M.Sc., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kegiatan minum minuman keras bersama yang kemudian berujung pertengkaran dan kekerasan.

“Benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan di wilayah Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt. Terlapor sudah diamankan berikut barang bukti berupa satu bilah pedang jenis samurai, dan kasus ini sedang ditangani lebih lanjut oleh Polsek Seririt,” paparnya, Jumat (20/3/2026).

Korban diketahui bernama Kadek Sastrawan (43), seorang buruh asal Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar. Sementara terlapor adalah Komang Agus Sudiartawan (28), buruh harian lepas yang juga tinggal di banjar yang sama.

Berdasarkan kronologis kejadian, insiden bermula saat korban menghubungi terlapor melalui pesan WhatsApp untuk mengajak minum minuman keras. Sekitar pukul 09.30 Wita, terlapor datang ke rumah korban dan minum bersama dua saksi, yakni Putu Kawit (60) dan Komang Supanca (50), serta sejumlah rekan lainnya.

Dalam suasana berkumpul itu, korban disebut sempat menyinggung terlapor hingga membuat suasana memanas. Orang-orang yang berada di lokasi sempat berusaha menenangkan keadaan dan meminta agar persoalan tidak diperpanjang. Namun ketegangan berlanjut ketika terlapor mendatangi korban untuk menanyakan maksud ucapan yang dianggap menyinggung dirinya.

Cekcok pun tak terhindarkan. Setelah itu, terlapor sempat diminta pulang oleh teman-temannya. Namun situasi kembali memuncak saat korban yang masih emosi melempar kursi ke arah terlapor, meski tidak mengenainya. Korban juga disebut mengambil botol bir dan mengancam akan membunuh terlapor.

Terlapor kemudian berlari pulang ke rumahnya. Tidak lama berselang, ia kembali dengan membawa pedang jenis samurai dan langsung menebas korban satu kali hingga mengenai bagian punggung.

Aksi itu akhirnya dilerai oleh salah seorang warga, Putu Sugiana, sementara korban segera dibawa keluarganya ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk mendapatkan perawatan medis.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek terbuka pada bagian punggung. Polisi yang menerima laporan kemudian mengamankan terlapor beserta barang bukti satu bilah pedang jenis samurai ke Polsek Seririt," tutup IPTU Yohana.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com