Gianyar, dewatanews.com — Sebanyak 1.400 karangan bunga dari kader hingga sesepuh PDI Perjuangan memadati sejumlah titik strategis di Kabupaten Gianyar. Deretan ucapan selamat dan dukungan tersebut tidak sekadar menjadi hiasan seremonial, melainkan mencerminkan kuatnya soliditas internal partai serta eratnya hubungan ideologis antar kader di berbagai tingkatan.
Fenomena ini menjadi pemandangan mencolok dalam beberapa hari terakhir. Karangan bunga tampak berjajar rapi di depan kantor partai, ruas jalan utama, hingga kawasan pusat kota. Pesan-pesan yang tertulis di dalamnya berisi ucapan selamat, doa, serta harapan atas keberlanjutan perjuangan partai ke depan.
Menariknya, sekitar 98 persen karangan bunga tersebut diketahui berasal dari desa adat dan banjar adat di seluruh wilayah Gianyar. Fakta ini menegaskan bahwa dukungan terhadap partai tidak hanya datang dari struktur formal, tetapi juga mengakar kuat pada basis kultural masyarakat Bali.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar, I Made Mahayastra, Minggu (29/3) menilai fenomena ini sebagai simbol nyata kebersamaan dan gotong royong yang masih terjaga.
“Momentum ini bukan sekadar kegiatan organisasi, tetapi juga cerminan kekuatan kebersamaan kita. Terima kasih kepada seluruh kader, pengurus, dan sesepuh atas doa serta dukungan yang diberikan. Ini menjadi energi besar untuk terus bekerja bagi rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, derasnya dukungan juga berkaitan dengan capaian penghargaan Leitstar yang diterimanya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam perjuangan partai. Namun, Mahayastra menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif, bukan capaian individu semata.
“Penghargaan ini adalah milik seluruh kader. Ini adalah hasil gotong royong, kerja bersama, dan loyalitas yang selama ini kita bangun,” tegasnya.
Pengamat politik lokal menilai, maraknya karangan bunga ini dapat dibaca sebagai sinyal kuat konsolidasi internal partai yang berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput. Dukungan dari desa adat dan banjar menunjukkan bahwa relasi sosial-politik partai dengan masyarakat masih terpelihara dengan baik.
Selain menjadi simbol dukungan, fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana budaya lokal tetap menjadi bagian penting dalam dinamika politik di Bali. Tradisi memberi ucapan melalui karangan bunga menjadi medium ekspresi kolektif yang sarat makna, baik secara sosial maupun politis.
Ke depan, Mahayastra berharap seluruh jajaran partai, mulai dari tingkat PAC, ranting hingga anak ranting, dapat terus menjaga kekompakan dan meningkatkan kerja nyata di tengah masyarakat.
“Kita harus tetap solid, bergerak dalam satu barisan, dan hadir dengan kerja konkret. Kebersamaan inilah kekuatan utama kita,” tutupnya.
Momentum ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi PDI Perjuangan di Gianyar untuk terus memperkuat basis dukungan, sekaligus menjalankan program-program kerakyatan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com