OBE Jadi Senjata Baru FPST Warmadewa Hadapi Dunia Kerja - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

2/19/26

OBE Jadi Senjata Baru FPST Warmadewa Hadapi Dunia Kerja


Denpasar, dewatanews.com — Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa memperkuat relevansi lulusannya dengan menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Langkah strategis ini ditegaskan sebagai instrumen utama dalam menjawab dinamika dunia kerja yang kian kompetitif dan terus berubah.

Dekan FPST Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., menyampaikan bahwa sebagai lembaga pendidikan tinggi, pihaknya memikul tanggung jawab besar untuk menyiapkan generasi yang tidak sekadar terampil, namun juga adaptif dan berwawasan luas. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis OBE di Denpasar, Kamis (19/02/2026).

Penerapan OBE dipandang sebagai komitmen nyata fakultas untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan dapat diaplikasikan langsung di dunia nyata. Prof. Suriati menekankan bahwa implementasi ini bukan merupakan kerja individu, melainkan upaya kolektif yang melibatkan seluruh elemen fakultas, mulai dari jajaran pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk melahirkan lulusan yang mampu berperan sebagai pemecah masalah (problem solver), inovator, serta pemimpin. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Prof. Dr. I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Ir. Wayan Widia, M.SIE., guna memberikan pembekalan mendalam bagi seluruh sivitas akademika.

Prof. Dr. I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd menekankan bahwa kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dibangun dengan prinsip utama bahwa setiap lulusan harus memiliki capaian pembelajaran (Learning Outcomes/LO) yang jelas dan terukur. Proses ini dimulai dari perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), yang kemudian diturunkan ke tingkat mata kuliah menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga ke sub-CPMK. Kunci keberhasilan tahap ini adalah ketepatan dalam merumuskan CPL agar benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia nyata.

Tahap berikutnya menurut  Margunayasa yaitu bagaimana kurikulum dikembangkan berdasarkan LO/CPL. Jadi pemilihan bentuk dan metode pembelajaran menjadi faktor penting. Kurikulum tidak hanya berupa dokumen formal, tetapi harus mampu menjawab pertanyaan: bagaimana capaian pembelajaran dapat dicapai secara efektif?

Selanjutnya, proses pembelajaran dituangkan dalam Outcome Based Learning and Teaching (OBLT). Fokusnya adalah strategi pembelajaran yang memastikan mahasiswa benar-benar mencapai LO/CPL. Dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) menjadi instrumen utama, dengan penekanan pada pemilihan metode pembelajaran yang tepat.

Tahap terakhir adalah Outcome Based Assessment and Evaluation (OBAE). Maksudnya  penilaian dan evaluasi dirancang untuk menjamin ketercapaian LO/CPL. Evaluasi tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses pembelajaran. Ketepatan pemilihan instrumen penilaian menjadi kunci agar capaian benar-benar terukur.

Kendati pelatihan ini menjadi tonggak awal, pihak fakultas memastikan bahwa pengembangan kurikulum akan dilakukan secara berkelanjutan melalui perbaikan yang terus-menerus. Proses ini juga akan mengintegrasikan penilaian berkala serta umpan balik dari mahasiswa dan alumni sebagai bagian dari evaluasi kualitas pendidikan. Melalui kerja keras dan tekad bersama, FPST Universitas Warmadewa optimistis dapat mewujudkan visi dan misi lembaga dalam menghasilkan lulusan unggul.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com