Mobil Dilukis, “Kebangkitan Seni Warna Indonesia” Menggema di Ubud - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

2/14/26

Mobil Dilukis, “Kebangkitan Seni Warna Indonesia” Menggema di Ubud


Gianyar, dewatanews.com - Sebuah mobil yang dilukis penuh warna menjadi pusat perhatian dalam pembukaan pameran bertajuk “Kebangkitan Seni Warna Indonesia” di Toko Seni Warna, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Sabtu (14/2). Aksi kreatif tersebut menjadi simbol bangkitnya denyut seni rupa Bali pasca keterpurukan panjang akibat pandemi Covid-19.

Pameran ini lahir dari kesadaran kolektif para seniman akan pentingnya seni sebagai medium pemulihan—secara kultural, sosial, maupun spiritual. Selama pandemi, ruang-ruang ekspresi nyaris lumpuh. Banyak seniman terhenti berkarya, komunitas vakum, dan ekosistem seni mengalami tekanan berat.

Di Gianyar, yang dikenal sebagai salah satu pusat seni rupa Bali, dampak itu terasa nyata. Termasuk yang terdampak adalah Toko Seni Warna, ruang kreatif yang menjadi tempat bernaungnya komunitas lintas generasi, Happy Drawing Community.

Pameran ini dipelopori oleh I Kadek Rudiantara atau yang dikenal dengan nama Aboetd Art. Ia menyebut fase empat tahun terakhir sebagai masa “tenggelam” dalam dunia seni. Nyaris tidak aktif melukis, ia memilih berdialog dengan dirinya sendiri sebelum akhirnya bangkit dengan energi baru.

“Dari keheningan itu lahir kesadaran baru. Saya kembali dengan semangat yang lebih jujur dan berani,” ujarnya. Ia bahkan menjuluki dirinya sebagai “seniman gila yang sadar dirinya gila”.

Karya Aboetd Art dalam pameran ini merepresentasikan ledakan energi batin melalui pendekatan abstrak ekspresionisme kontemporer. Lapisan warna yang bertabrakan, goresan gestural, serta teknik tetesan cat menghadirkan kesan liar namun jujur—sebuah rekam jejak emosi, luka, sekaligus pelepasan.

Tak hanya kanvas, media mobil yang dilukis menjadi bentuk ekspresi alternatif yang menyita perhatian pengunjung. Kendaraan tersebut berubah menjadi karya berjalan—simbol bahwa seni tidak lagi terkurung ruang galeri, tetapi hadir di ruang publik.

Selain Aboetd Art, sejumlah seniman turut ambil bagian. Salah satunya I Gede Suryawan yang menghadirkan potret anak dengan pendekatan realisme-naif dekoratif. Figur anak ditempatkan sebagai pusat narasi, dikelilingi simbol-simbol imajiner seperti kucing dan mainan, menghadirkan dunia kanak-kanak yang hangat dan penuh harapan.

Detail teliti, garis tegas, serta warna cerah menghadirkan kesan intim dan personal—seolah menjadi arsip memori dan doa orang tua terhadap masa depan sang anak.

Beragam karya lain juga ditampilkan, mengangkat tema alam, budaya, hingga kehidupan sosial masyarakat Bali dan Nusantara dengan berbagai aliran dan pendekatan artistik.

Pameran ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi, tetapi juga sarana kontribusi sosial. Sebagian hasil kegiatan didedikasikan untuk anak-anak panti asuhan dan penyandang disabilitas sebagai wujud kepedulian dan empati sosial para seniman.

Pembukaan pameran turut dihadiri Ni Putu Putri Suastini Koster yang memberikan apresiasi terhadap semangat kebangkitan seni rupa Bali. Kehadirannya dinilai menjadi motivasi berharga bagi perkembangan seni rupa di Pulau Dewata.

Ketua panitia pameran, I Kadek Rudiantara (Aboetd Art), menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman dan tim Happy Drawing Community yang telah menyiapkan kegiatan tersebut.

“Pameran ini bukan sekadar peristiwa artistik, tetapi pernyataan bahwa seni mampu menyatukan kembali ekosistem yang sempat terpuruk—seniman, komunitas, ruang kreatif, dan masyarakat,” tegasnya.

Melalui “Kebangkitan Seni Warna Indonesia”, para seniman menegaskan bahwa seni rupa Indonesia, khususnya di Bali, tetap hidup, bertumbuh, dan terus memberi makna—bahkan dari titik keterpurukan terdalam sekalipun.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com