Denpasar, dewatanews.com - Gubernur Bali Wayan Koster menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan generasi muda dengan menerima tiga anak asal Desa Madenan, Kabupaten Buleleng, dan Desa Satra, Kabupaten Bangli, di Jayasabha, Denpasar, Minggu (8/2).
Ketiga anak tersebut yakni Gede Yuda Saputra dan Putu Tirta, siswa SMP asal Desa Madenan, Buleleng, serta Made Arta Dwiputra, siswa sekolah dasar asal Desa Satra, Bangli. Mereka dikenal sebagai anak-anak yang sehari-hari bekerja harian membantu di pertashop demi menopang kehidupan keluarga.
Pertemuan ini berawal dari momen kebetulan ketika Gubernur Koster berjumpa dengan mereka sepulang bersembahyang di Kampung Halaman di Sembiran, Buleleng. Saat itu, Gubernur yang tengah melintas di Madenan dan Satra dibuat terkejut melihat anak-anak seusia sekolah dasar dan menengah pertama sudah bekerja sebagai petugas harian di pertashop.
“Saya heran, kok anak-anak masih kecil sudah bekerja. Saya turun dari mobil, saya sapa langsung,” ujar Gubernur Koster.
Dari perbincangan singkat tersebut, diketahui bahwa ketiganya kini tinggal bersama kakek dan nenek mereka, setelah orang tua berpisah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas memaksa mereka bekerja sambil tetap bersekolah.
Dalam suasana penuh kehangatan di Jayasabha, Gubernur Koster menggali cita-cita mereka. Salah satu anak dengan polos menyampaikan keinginannya untuk bekerja di luar negeri, di kapal pesiar, atau ke Jepang. Saat ditanya soal prestasi akademik, dua di antaranya menyebutkan nilai matematika 87 dan 83, yang menunjukkan potensi akademik cukup baik.
Mendengar hal tersebut, Gubernur Koster menyatakan komitmennya untuk membantu pendidikan mereka secara serius dan berkelanjutan lewat kantong pribadinya. Termasuk untuk sarana pendukung pendidikan seperti buku pelajaran, pakaian sekolah dan lainnya secara berkala.
“Nanti pendidikan saya komitmen untuk biayai, dari SMP sampai SMA atau SMK. Harus semangat supaya bisa capai cita-cita. Kalau bisa bekerja sambil sekolah atau kuliah, disiplinkan diri dan rajin belajar,” tegasnya.
Ia juga memastikan dukungan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Satu Keluarga Satu Sarjana agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses pendidikan hingga perguruan tinggi.
Selain bantuan pendidikan, Pemprov Bali melalui Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan sembako untuk keluarga ketiga anak tersebut sebagai bentuk dukungan sosial jangka pendek.
Pertemuan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali, dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com