Bergerak dan Berbagi di Kabupaten Tabanan, Ibu Putri Koster Ingin Tiga Kecamatan Jadi Percontohan PSBS - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

2/19/26

Bergerak dan Berbagi di Kabupaten Tabanan, Ibu Putri Koster Ingin Tiga Kecamatan Jadi Percontohan PSBS


Tabanan, dewatanews.com - Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, hadir di tiga desa dan kecamatan di Kabupaten Tabanan, yakni Desa Kukuh, Kecamatan Marga; Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri; serta Desa Kebontingguh, Kecamatan Tabanan, dalam kegiatan Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi”, Rabu (18/2).

Dalam arahannya, Ibu Putri Koster menyinggung pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS). Bahkan, ia menginginkan Desa Kukuh menjadi salah satu dari tiga desa yang disambangi untuk dijadikan percontohan gerakan PSBS di wilayah Tabanan.

Lebih lanjut, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa, sesuai dengan nama lembaganya, TP PKK merupakan tim penggerak.

“Tugas kami adalah menggerakkan partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program pembangunan. Kader PKK yang terstruktur hingga dasa wisma harus bergerak di semua bidang, mulai dari pendidikan, sosial, lingkungan, dan lainnya. Mari bantu perbekel untuk menyukseskan berbagai program di desa,” ujarnya.

Selain menggerakkan partisipasi kader, dalam aksi sosial ini TP PKK Provinsi Bali juga melaksanakan sosialisasi yang menyangkut berbagai hal. “Fokus kami saat ini adalah pengelolaan sampah berbasis sumber,” ujarnya.

Menurutnya, kader PKK yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam program ini. “Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengubah pola pikir agar urusan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan dan masyarakat tidak lagi kebingungan mencari tempat pembuangan sampah,” imbuhnya.

Menutup arahannya, Ibu Putri Koster mengingatkan masyarakat agar tidak abai dalam mengelola sampah karena dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan.

Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” di Desa Kukuh juga diisi dengan sosialisasi PSBS oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Bali menyerahkan paket bantuan kepada 50 penerima yang terdiri atas balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan kader PKK. Masing-masing paket berisi beras 30 kilogram, telur dua krat, dan susu dua kotak.

Pada kesempatan yang sama, diserahkan pula bantuan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menyerahkan 50 paket Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) bagi kader PKK Desa Kukuh. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Bali menyerahkan 10 paket sembako untuk lansia. Kegiatan ini juga didukung Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Bali yang memberikan susu bagi ibu hamil dan balita.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyalurkan bantuan berupa multivitamin. Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyerahkan tambahan 50 pak telur dan 1.000 bibit tanaman cabai.

Dalam rangka mendukung gerakan penghijauan, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali menyerahkan 50 bibit pohon yang terdiri atas durian, alpukat, dan jambu kristal. Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali yang menggelar bimbingan teknis memasak turut menyerahkan buku resep kuliner olahan kue dan pangan lokal.

Setelah menghadiri kegiatan di Desa Kukuh, Ibu Putri Koster juga melakukan sosialisasi di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Dalam kesempatan tersebut, selain menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber, ia juga menyoroti dampak penggunaan gawai secara berlebihan terhadap tumbuh kembang anak.

Untuk itu, ia mengingatkan para ibu agar membatasi penggunaan gawai pada anak-anak karena selain berpotensi merusak kesehatan mata akibat paparan radiasi, juga dapat mengganggu kesehatan mental anak.

Di desa ketiga yang dikunjunginya, yakni Desa Adat Kebontingguh, pendamping orang nomor satu di Bali tersebut mengajak para ibu untuk lebih rajin mengolah masakan berbahan ikan bagi keluarga. Saat ini, persentase konsumsi ikan masih relatif rendah dibandingkan tingkat nasional, padahal ikan kaya akan protein dan omega-3 yang sangat baik bagi pertumbuhan anak.

“Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan sejumlah program yang memudahkan masyarakat memperoleh ikan berkualitas. Untuk itu, saya harap ibu-ibu dapat menyediakannya bagi keluarga,” ujarnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com