10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Gianyar 2026 Tampil Percaya Diri, Siap Jadi Agen Perubahan Pariwisata - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

2/22/26

10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Gianyar 2026 Tampil Percaya Diri, Siap Jadi Agen Perubahan Pariwisata


Gianyar, dewatanews.com - Sebanyak sepuluh pasang finalis Jegeg Bagus Gianyar 2026 resmi diperkenalkan kepada publik dalam konferensi pers yang digelar di Wantilan Resort dan Museum ARMA, Ubud, Minggu (22/2).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tahapan Pemilihan Jegeg Bagus Gianyar 2026, sekaligus momentum bagi para finalis untuk memaparkan advokasi dan gagasan yang akan mereka perjuangkan selama masa karantina hingga malam puncak grand final.

Ketua Umum Jegeg Bagus Gianyar, Ni Nyoman Triadi Adnyani, S.Psi., M.I.Kom, menyampaikan bahwa antusiasme generasi muda tahun ini cukup tinggi. Sebanyak 130 peserta yang terdiri dari 65 Jegeg dan 65 Bagus dari tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar mengikuti proses seleksi.

“Dari proses sosialisasi ke sekolah dan kampus pada Januari lalu, dilanjutkan pendaftaran, seleksi, hingga technical meeting, akhirnya terpilih sepuluh pasang finalis terbaik yang siap berproses lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam konferensi pers yang dibagi menjadi dua sesi—Jegeg dan Bagus—para finalis menyampaikan komitmen untuk tidak hanya menjadi wajah promosi pariwisata, tetapi juga agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Beragam isu strategis diangkat dalam advokasi mereka. Mulai dari pelestarian seni dan budaya, penguatan peran generasi muda dalam pariwisata berkelanjutan, pemberdayaan UMKM kreatif, hingga edukasi lingkungan dan pemerataan ekonomi desa.

Salah satu finalis, Anita Purnama, menekankan pentingnya peran aktif perempuan dalam menjaga tradisi, khususnya tari Bali, serta mengajak wisatawan untuk terlibat langsung dalam pengalaman budaya. “Menjaga tradisi dan budaya adalah tanggung jawab bersama, terutama generasi muda,” ungkapnya.


Sementara itu, Sinta Paramita menyoroti tantangan keberlanjutan tradisi subak yang mulai kehilangan generasi penerus. Padahal, sistem irigasi tradisional tersebut menjadi identitas penting Gianyar sekaligus warisan budaya dunia.

Isu ketimpangan pariwisata dan kelelahan lingkungan turut menjadi perhatian. Denita Pilanta mengangkat pentingnya penguatan ekonomi desa serta pemahaman mendalam terhadap makna budaya dalam pengembangan pariwisata. Adapun Padma Cahyani menawarkan konsep pariwisata berbasis kesehatan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai produk alami lokal.

Finalis lainnya juga menyoroti pentingnya harmoni dalam pembangunan pariwisata, pengelolaan sampah, peningkatan profesionalisme pelayanan wisata, serta pengembangan seni sebagai identitas daerah yang dikelola secara sistematis dan berkelanjutan.

Ajang Jegeg Bagus Gianyar dinilai sebagai wadah strategis pengembangan potensi generasi muda dalam mendukung pariwisata dan penguatan ekonomi kreatif daerah, sejalan dengan program Puspa Aman.

Ke depan, para finalis akan mengikuti tahapan pra-karantina, pembekalan, karantina, hingga penilaian lanjutan sebelum memasuki malam puncak Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Gianyar 2026.

Panitia berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan media untuk menyukseskan ajang ini, sekaligus mendorong peran aktif generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan potensi Gianyar melalui pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berakar pada budaya lokal.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com