Sosok Mayat Mengapung di Pantai Pengambengan Negara Berhasil Diidentifikasi Petugas - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

1/12/26

Sosok Mayat Mengapung di Pantai Pengambengan Negara Berhasil Diidentifikasi Petugas


Jembrana, dewatanews.com - Jajaran Polres Jembrana melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Jembrana sigap bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan masyarakat terkait penemuan sosok mayat mengapung di perairan Pantai Pengambengan, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, pada Minggu (11/1) malam.

Sekitar pukul  18.42 Wita, seorang nelayan setempat melapor ke petugas, selanjutnya personil Satpolairud Polres Jembrana menuju lokasi menggunakan perahu patroli untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi ke pesisir Pantai Pengambengan, kemudian dibawa ke RSUD Negara untuk dilakukan pemeriksaan medis dan proses identifikasi lebih lanjut oleh tim gabungan.

Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, menyebutkan, pada saat mengevakuasi korban kecepatan personil merupakan wujud kesiapsiagaan Polri dalam merespons setiap laporan masyarakat, khususnya yang menyangkut aspek kemanusiaan.

“Menerima laporan dari masyarakat,  kami langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan evakuasi secara cepat dan terukur. Ini merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Selanjutnya, pada Senin (12/1), proses identifikasi jenazah dilanjutkan di kamar jenazah RSUD Negara oleh Tim Inafis Polres Jembrana, Sidokkes Polres Jembrana, serta tim medis. Dari hasil pemeriksaan awal, jenazah diketahui berjenis kelamin laki-laki dan sempat dinyatakan sebagai Mr. X karena belum diketahui identitasnya.

Melalui pemeriksaan ante mortem dan post mortem, termasuk pencocokan ciri fisik dan data gigi, serta keterangan keluarga, jenazah akhirnya berhasil diidentifikasi sebagai Alapi Hariyono, lahir di Banyuwangi, 6 Juni 1962, pekerjaan buruh tani, alamat Dusun Kumbo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Korban diketahui sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus sungai di wilayah Singojuruh, Banyuwangi, pada Kamis (8/1). Setelah proses identifikasi selesai, jenazah secara resmi diserahkan kepada pihak keluarga pada Senin siang di RSUD Negara dengan disaksikan perangkat desa Gumirih, Banyuwangi.

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati,  melalui Kasi Humas Ipda I Putu Budi Arnaya menambahkan, Polres Jembrana akan terus menangani setiap peristiwa secara profesional, humanis, dan mengedepankan kecepatan serta ketepatan tindakan di lapangan.

“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat melapor. Sinergi antara Polri dan masyarakat sangat penting dalam penanganan kejadian darurat,” tambahnya.

Polres Jembrana mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian mencurigakan atau peristiwa darurat.

“Apabila masyarakat membutuhkan kehadiran polisi, segera hubungi Layanan Darurat Polri 110. Layanan ini aktif 24 jam dan bebas pulsa,” terangnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com