Gianyar, dewatanews.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar terus memperkuat komitmen mewujudkan Satu Data Nasional dengan menggelar sosialisasi Pendataan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Rabu (7/1), di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun basis data sosial ekonomi yang terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widya Utama menyampaikan, kebutuhan akan data yang valid dan mutakhir menjadi tuntutan utama dalam penyelenggaraan pembangunan daerah di tengah pesatnya transformasi digital.
“Data yang berkualitas sangat menentukan ketepatan perencanaan dan kebijakan. Karena itu, pendataan harus dilakukan secara terfokus dan terintegrasi agar tidak terjadi tumpang tindih,” ujarnya mewakili Bupati Gianyar.
Ia menegaskan, Pemkab Gianyar berkomitmen melaksanakan Satu Data Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019. Implementasi kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi birokrasi sekaligus memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.
Sekda yang akrab disapa Gus Bem tersebut juga menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah, walidata, serta produsen data. Menurutnya, keterbukaan dan konsistensi dalam penerapan standar data dan sistem informasi menjadi faktor penentu keberhasilan Satu Data Nasional di daerah.
Dalam sosialisasi tersebut, Gus Bem turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali atas dukungan dan pendampingan teknis yang diberikan. Ia berharap DTSEN dapat menjadi rujukan utama pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan sosial dan ekonomi.
“Data DTSEN akan menjadi fondasi penting dalam penanggulangan kemiskinan, penyaluran bantuan sosial, serta penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menjelaskan, DTSEN merupakan penggabungan beberapa sumber data sosial ekonomi, yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), P3KE, dan Regsosek, yang diperkuat dengan data administratif lainnya dan divalidasi menggunakan data kependudukan dari Dukcapil.
Ia menyebutkan, dalam proses pemutakhiran data, BPS berperan melakukan pendampingan teknis, penjaminan kualitas data, serta pengawalan metodologi dan standar statistik nasional. Adapun Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan dukungan kebijakan, pengorganisasian sumber daya, serta fasilitasi pelaksanaan di lapangan.
Agus Hendrayana juga menekankan peran penting pemerintah desa dalam menyukseskan DTSEN, terutama dalam sosialisasi kepada masyarakat, mendukung petugas pencacah, serta mendorong partisipasi warga.
Melalui sosialisasi DTSEN ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap dapat menghadirkan satu basis data sosial ekonomi yang terpadu dan akurat, sebagai pijakan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com