Senderan Tembok Ambruk, Dua Pekerja Proyek di Ungasan Meninggal Dunia - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

1/23/26

Senderan Tembok Ambruk, Dua Pekerja Proyek di Ungasan Meninggal Dunia


Badung, dewatanews.com - Kecelakaan kerja terjadi di sebuah proyek konstruksi di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung pada Jumat (23/1) siang. Tiga pekerja proyek tertimbun longsor akibat ambruknya senderan tembok di lokasi pekerjaan. Dalam peristiwa tersebut, dua pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara satu pekerja lainnya selamat dan mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi di lapangan, saat kejadian terdapat delapan pekerja di area proyek. Lima orang berada di bagian bawah dan berhasil menyelamatkan diri, sementara tiga pekerja berada di atas dan terdampak langsung runtuhan senderan tembok yang tiba-tiba ambruk.

Dua korban sempat dievakuasi dalam kondisi kritis. Namun, satu pekerja atas nama Farhan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di RS Udayana. Satu korban selamat, Muhammad Waki, masih menjalani perawatan. Sementara itu, satu korban lainnya, Shohibul Hasan (25), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian dan evakuasi oleh tim SAR gabungan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada pukul 13.30 WITA dari warga setempat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan tim SAR segera diterjunkan ke lokasi kejadian.

“Setelah menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi bersama unsur TNI, Polri, dan potensi SAR lainnya,” ujar Sidakarya.

Sebanyak 10 personel SAR diberangkatkan ke lokasi menggunakan Rapid Deployment Land SAR Unit dan Rescue Car Type 1, lengkap dengan peralatan ekstrikasi. Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian setempat dan unsur terkait lainnya.

Kondisi area longsoran dilaporkan masih labil, dengan sejumlah retakan di sekitar lokasi kejadian. Demi keselamatan petugas, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan bantuan alat berat yang dioperasikan di bawah pengawasan ketat tim rescue.

“Pengerukan dilakukan bertahap untuk menghindari getaran yang berpotensi memicu longsor susulan,” jelas Sidakarya.

Pada proses pencarian, tim lebih dulu menemukan barang milik korban sebelum akhirnya korban Shohibul Hasan ditemukan pada pukul 14.40 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Evakuasi jenazah selesai dilakukan sekitar pukul 15.00 WITA dan selanjutnya dibawa ke RSUD Prof. Ngoerah menggunakan ambulans.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com