Karangasem, dewatanews.com - Pemerintah Provinsi Bali menghadiri dan mengikuti rangkaian persembahyangan Hari Raya Siwaratri di Pura Agung Besakih, Karangasem, Sabtu (17/1). Kehadiran tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali Ny. Widiasmini Indra, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
Persembahyangan Siwaratri yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keheningan ini juga diikuti oleh ribuan masyarakat pemedek dari berbagai daerah. Momentum Siwaratri dimaknai sebagai malam suci untuk penyucian diri, perenungan, serta introspeksi batin melalui pemujaan kepada Dewa Siwa.
Dalam penanggalan Bali, Hari Raya Siwaratri jatuh pada Purwaning Tilem atau panglong ping 14 sasih Kepitu (bulan ketujuh), tepat sehari sebelum Tilem. Umat Hindu memaknai Siwaratri sebagai waktu untuk menengok kembali perjalanan hidup, merenungi kesalahan dan kekhilafan, mengendalikan hawa nafsu, serta memohon pengampunan demi perbaikan diri ke arah yang lebih baik.
Pelaksanaan Siwaratri dilandasi oleh Brata Siwaratri yang meliputi upawasa (berpuasa), mona (tidak berbicara), dan jagra (tidak tidur). Ketiga laku spiritual ini dijalani sebagai sarana pembersihan pikiran dan raga, sekaligus untuk menajamkan kesadaran batin sepanjang malam suci.
Rangkaian persembahyangan Siwaratri di Pura Agung Besakih dilaksanakan dalam tiga tahapan. Tahap pertama diawali dengan upacara mepuja oleh para Ida Sulinggih pada pukul 18.00 WITA. Mepuja dipimpin oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun dari Kedhatuan Blatungan, Ida Pedanda Gede Talikup dari Gria Kawolu Biau Muncan, serta Ida Pedanda Gede Swabawa Adnyana dari Gria Karang Budakeling, Karangasem.
Selanjutnya, pada pukul 19.00 WITA, dilaksanakan pemuspan tahap pertama yang diawali dengan puja Tri Sandya dan Kramaning Sembah sebanyak 11 kali. Persembahyangan ini dipimpin oleh pemangku setempat, I Gusti Mangku Jana, dan diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh pemedek.
Persembahyangan tahap kedua berlangsung tepat tengah malam, pukul 00.00 WITA, dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Nyoman Rai Tianyar dari Gria Menara, Sidemen, Karangasem. Sementara itu, tahap ketiga dilaksanakan pada Minggu (18/1) pukul 06.00 WITA, dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka Sidemen dari Gria Kawan, Sibetan, Karangasem.
Kehadiran Pemerintah Provinsi Bali dalam rangkaian persembahyangan Siwaratri ini menjadi wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai spiritual, adat, dan budaya Bali. Pura Agung Besakih kembali menjadi pusat pemujaan, penyucian diri, dan penguatan iman di tengah kesunyian malam Siwaratri.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com