Lestarikan Kekayaan Warisan Seni, Gallery of Art The Apurva Kempinski Bali Mempersembahkan ‘Mandala’, Karya Made Wianta dalam Pameran Ekslusif - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

1/28/26

Lestarikan Kekayaan Warisan Seni, Gallery of Art The Apurva Kempinski Bali Mempersembahkan ‘Mandala’, Karya Made Wianta dalam Pameran Ekslusif


Badung, dewatanews.com - Mengawali tahun 2026, The Apurva Kempinski Bali terus melanjutkan komitmennya untuk merayakan Indonesia dengan melestarikan kekayaan warisan seni, dengan bangga mempersembahkan pameran eksklusif “Gallery of Art: Wianta & Legacy” yang menampilkan karya mendiang Made Wianta - seorang maestro seni yang visioner dan merupakan salah satu tokoh seni kontemporer Bali yang paling dihormati.

Dibuka untuk umum pada 23 Januari 2026 di Pendopo Lobby, pameran ini mengungkap keindahan mendalam dari seri ‘Mandala’ melalui sudut pandang Made Wianta. Interpretasi uniknya yang dituangkan ke dalam garis, titik, geometri, dan ruang, mengajak para penikmat seni untuk melihat alam semesta sebagai sebuah bidang luas dengan ritme yang saling terhubung, yang disatukan oleh kekuatan kehidupan yang holistik.

Made Wianta (1949 - 2020) adalah seorang seniman besar yang visioner dan menjadi salah satu tokoh seni kontemporer Bali yang paling dihormati. Lahir di Tabanan, Made Wianta menjadi tokoh transformatif yang mendobrak pola tradisi klasik dan berhasil membawa seni rupa Bali menuju paradigma baru yang lebih modern. Dalam upayanya mencari perspektif global, Made Wianta pernah menetap di Brussel, Belgia, pada tahun 1975 hingga 1977 untuk mendalami berbagai galeri seni di Eropa dan menggelar pameran internasional. 

Waktu tersebut mempertajam estetika seninya, membuat Made Wianta dapat mampu memadukan ideologi kesenian barat dengan pengetahuan yang mendalam tentang musik Karawitan Bali dan seni lukis Wayang klasik. Perjalanan kariernya yang gemilang mencakup pencapaian besar seperti mewakili Indonesia di ajang bergengsi Venice Biennale tahun 2003 dan pameran di Mike Weiss Gallery, New York. Warisan seni dari mendiang Made Wianta terdokumentasi dalam berbagai buku terkemuka sehingga menjembatani kesenjangan antara tradisi leluhur dan inovasi modern, memperkuat figurnya sebagai tokoh legendaris seni Indonesia.

Sebelas mahakarya yang dikurasi dan dipamerkan di Pendopo Lobby The Apurva Kempinski Bali, mewakili seri besar ketiga dalam perjalanan kariernya. Karya ‘Mandala’ dari Made Wianta merupakan gambaran imajinasi dari “Pangider-ider” atau konsep pemujaan sembilan Dewa yang menguasai sembilan penjuru mata angin di Bali ke dalam bentuk modern, “versi Asia” dari gaya Kubisme Picasso. Alih-alih hanya sebagai ikon religi, Made Wianta memandang Mandala sebagai sebuah rancangan organisasi yang sempurna. Desain melingkar tersebut melambangkan keseimbangan antara alam semesta di sekitar pengamat dengan kedamaian batin mereka sendiri, sebuah harmoni yang dapat dirasakan oleh setiap orang saat melihat karyanya. Melalui koleksi ini, pengunjung diingatkan kembali pada kedekatan Made Wianta dengan simbol-simbol alam, khususnya gunung dan laut, serta rasa keseimbangan yang kuat yang mereka pancarkan kepada dunia.

Dalam peluncuran “Gallery of Art: Wianta & Legacy”, The Apurva Kempinski Bali mendapat kehormatan untuk melangsungkan dialog interaktif bersama Intan Kirana Wianta, istri dari mendiang Made Wianta, didampingi oleh kedua putrinya, Buratwangi dan Sanjiwani. Intan Wianta merpuakan sosok yang memberikan kekuatan dan dukungan di balik setiap karya Made Wianta. Beliau juga merupakan seorang akademisi dengan kredibilitas yang tinggi, yang mendedikasikan keilmuannya sebagai dosen di Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Dengan memadukan warisan luhurnya sebagai cucu dari Ki Hajar Dewantara serta dedikasi pada seni dan pendidikan, Intan Wianta mempunyai peran penting yang memperkuat karier cemerlang dan warisan abadi Made Wianta.

Selain dialog interaktif, acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan dari Ayu Anantha, seorang koreografer kontemporer Bali dan pendiri Kerta Art Studio. Terinspirasi dari Mandala, Ayu Anantha menerjemahkan karya Made Wianta ke dalam dialog hidup antara goresan sang pelukis dan tubuh sang penari. Karya ini memperkenalkan konsep Sangkara sebagai jembatan antar waktu yang menghubungkan ulang tradisi sebagai landasan yang membebaskan dan mengembangkan evolusi modern.

"Kami merasa sangat terhormat dapat menampilkan karya warisan Bapak Made Wianta, terlebih karena ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kariernya yang panjang, seri Mandala secara lengkap dapat dipresentasikan kepada publik," ujar Vincent Guironnet, General Manager The Apurva Kempinski Bali.

"Di The Apurva Kempinski Bali, pelestarian budaya sudah menjadi bagian dari jati diri kami. Seiring dengan semakin banyaknya wisatawan mancanegara yang cerdas, kami percaya bahwa memperkenalkan dan mengintegrasikan warisan seni Indonesia ke dalam pengalaman para tamu adalah tanggung jawab kami. Pameran ini merupakan sebuah pencapaian bersejarah, yang membuka kesempatan para tamu untuk dapat menikmati keahlian seni Indonesia yang belum pernah dihadirkan di hotel mana pun".

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com