Klungkung, dewatanews.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Klungkung dalam beberapa hari terakhir disertai angin kencang mengakibatkan terjadinya bencana alam di sejumlah titik di Kecamatan Nusa Penida, Rabu (21/1) malam. Bencana yang terjadi meliputi tanah longsor, air bah, dan banjir yang menyebabkan kerusakan cukup parah, terutama pada sejumlah pura dan infrastruktur lingkungan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Kalak BPBD Klungkung, Kadis Kebudayaan, Camat Nusa Penida, serta perwakilan Dinas PUPRPKP turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi-lokasi terdampak bencana.
Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan parah adalah Pura Ulun Danu Banjar Penida, Desa Sakti. Pura yang diempon oleh sekitar 90 Kepala Keluarga (KK) ini rusak hingga lebih dari 80 persen akibat diterjang tanah longsor disertai aliran air dan lumpur. Klian Pura Ulun Danu Banjar Penida, I Made Budiarna, melaporkan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 24.00 WITA. Akibat kejadian itu, sebanyak 10 pelinggih, satu bale piyasan, apit lawang, serta tembok penyengker mengalami kerusakan berat. Kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Di lokasi lain, tepatnya di Banjar Senangka, Desa Sakti, sebuah pura paibon juga terdampak cuaca ekstrem. Sebuah bale piyasan berukuran 3 meter x 2,5 meter roboh akibat hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa sore.
Sementara itu, Pura Segara di Banjar Prapat, Desa Ped, juga mengalami kerusakan. Sebanyak empat pelinggih beserta tembok penyengker roboh akibat digerus air bah. Sekretaris Banjar Prapat, I Komang Suwarma, melaporkan derasnya aliran air juga menyebabkan robohnya tembok rumah dan pelinggih penunggun karang milik warga atas nama I Ketut Roni, yang lokasinya bersebelahan dengan Pura Segara.
Sebelumnya dihari yang sama, rombongan juga melakukan peninjauan ke Desa Batununggul, tepatnya di ruas jalan depan Bank BPD Bali. Di lokasi tersebut, Bupati Satria melihat langsung kondisi saluran Sungai Mentigi yang mengalami pendangkalan dan dipenuhi sampah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya banjir setinggi kurang lebih satu meter, meskipun hujan yang turun pada Rabu (21/1) pagi tergolong berintensitas sedang. Perbekel Desa Batununggul, I Ketut Sulatra, menjelaskan banjir terjadi akibat pendangkalan sungai serta tumpukan sampah yang terbawa arus. Kondisi serupa juga ditemukan pada sejumlah aliran sungai di sekitar Desa Ped, yang mengalami pendangkalan dan penyempitan akibat pembangunan liar.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria memutuskan sejumlah langkah strategis. Untuk Pura Ulun Danu Banjar Penida, Bupati menyarankan agar lokasi pura dipindahkan ke tempat yang lebih aman, beberapa meter dari lokasi semula yang berada di bawah tebing dan rawan longsor. Pemerintah Kabupaten Klungkung akan mengupayakan permohonan lahan kepada Pemerintah Provinsi Bali selaku pemilik lahan di sekitar lokasi.
“Demi keamanan ke depan, saya sarankan agar pura dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan tidak lagi berada di bawah tebing seperti kondisi sekarang. Saya akan mengupayakan permohonan lahan kepada Pemerintah Provinsi Bali selaku pemilik lahan di sekitar sini. Apabila pura yang rusak ini tetap dibangun kembali di lokasi lama, Pemkab Klungkung tidak berani memberikan bantuan dana karena dikhawatirkan longsor bisa terjadi kembali,” tegas Bupati Satria.
Terkait kerusakan Bale Piyasan di Pura Paibon Banjar Senangka, Desa Sakti, serta robohnya sejumlah pelinggih di Pura Segara Banjar Prapat, Desa Ped, Bupati Satria mendorong para pengempon pura untuk segera menyusun proposal lengkap beserta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Selain itu, menyikapi banyaknya sungai dan saluran air di wilayah Desa Batununggul dan Desa Ped yang mengalami pendangkalan dan dipenuhi sampah, Bupati Satria langsung memerintahkan BPBD Klungkung bersama Dinas PUPRPKP untuk melakukan normalisasi sungai pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna mencegah terulangnya bencana banjir di wilayah Nusa Penida.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com