Gianyar – dewatanews.com - Belum genap sepekan dikerjakan, proyek jalan baru menuju Banjar Tebuana, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, kembali mengalami longsor. Kondisi tersebut disayangkan mengingat proyek perbaikan jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar akses dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Longsor terjadi setelah wilayah setempat diguyur hujan deras secara intens dalam sepekan terakhir. Material tanah ambrol dengan ketinggian diperkirakan mencapai 50 meter dan panjang sekitar 10 meter, menyebabkan badan jalan kembali rusak dan jalur terpaksa ditutup demi keselamatan.
Selain badan jalan yang amblas, di lokasi proyek juga tidak terlihat adanya saluran air maupun pondasi penguat. Kondisi tanah yang labil ditambah cuaca buruk menjadi faktor utama terjadinya longsor tersebut.
Tidak hanya jalur menuju Banjar Tebuana yang terdampak. Hujan deras juga mengakibatkan jalan penghubung antar kecamatan Payangan–Tegallalang, tepatnya di Banjar Tatag, Desa Taro, sempat tertutup material longsor.
Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, mengatakan pihak desa langsung bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta dibantu oleh masyarakat setempat.
“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan pembersihan bersama TNI, Polri, dan masyarakat agar akses bisa segera dibuka, meskipun untuk jalur proyek baru masih harus ditutup sementara,” ujarnya.
Menurut Warka, kejadian tersebut merupakan risiko pengerjaan proyek di musim hujan. Namun ia menegaskan perlunya langkah perbaikan yang lebih matang agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ini memang risiko penggarapan proyek di musim hujan, tetapi kami berharap kontraktor segera melakukan perbaikan dengan perhitungan teknis yang lebih kuat,” tegasnya, Senin (19/1).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah Desa Taro berada di kawasan pegunungan yang rawan bencana, terutama longsor dan pohon tumbang saat intensitas hujan tinggi.
“Kami mengingatkan warga agar selalu berhati-hati. Desa Taro berada di daerah pegunungan dan memang kerap terjadi longsor maupun pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Hingga kini, jalur menuju Banjar Tebuana masih ditutup sementara sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com