Curah Hujan Tinggi Akibatkan Banjir, Bupati Jembrana Gerak Cepat Bantu Warga - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

7/8/23

Curah Hujan Tinggi Akibatkan Banjir, Bupati Jembrana Gerak Cepat Bantu Warga



Jembrana, dewatanews.com - Curah hujan tinggi mengakibatkan beberapa titik wilayah di Kabupaten Jembrana kebanjiran. Salah satu yang terparah adalah di desa Pengambengan Kecamatan Negara. Gerak cepat, Bupati Jembrana I Nengah Tamba langsung meninjau wilayahnya yang terdampak banjir. Selain wilayah Pengambengan, secara marathon bupati juga sempat meninjau terdampak banjir di subak Babakan di Samblong serta wilayah abrasi di Pebuahan Desa Banyubiru.

Di Desa Pengambengan, pada Jumat malam (7/7), kehadirannnya sekaligus menyalurkan bantuan kepada para masyarakat terdampak banjir, sekaligus memantau warga mengungsi yang dipusatkan di Kantor Desa Pengambengan.

Tampak hadir saat itu , Komandan Kodim 1617/Jembrana Letkol Inf Teguh Dwi Raharja serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra

Bupati Jembrana mengatakan penyebab terjadinya banjir di Desa Pengambengan adalah air bah dan got yang mampet ditambah curah ujan yang tinggi.

"Banjir dipengambengan itu sebenarnya sudah terjadi setiap tahun, hari ini agak parah, karena tingginya curah hujan dan luapan airnya sangat besar. Tahun kemarin itu sebenarnya kita sudah ada aksi dengan membuat terowongan bawah air yang didirikan sebagai upaya pengendalian banjir (sodetan) dengan anggaran hampir 1,3 miliyar kita bantu disini sudah cukup mengatasi," ucapnya.

Bupati juga mengapresiasi beberapa pihak yang turut ambil bagian membantu masyarakat terdampak bencana di Wilayah Kabupaten Jembrana.

"Kita akan bahu membahu dengan sodara kita juga dari DPR RI yang akan membantu memperjuangkan bagaimana persoalan banjir yang terjadi di setiap tahun dipengambengan ini bisa kita atasi," ungkapnya.

Khusus untuk bencana abrasi di Pebuahan, bupati yang turun bersama anggota DPR RI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra dan Kepala BWS Bali-Penida, Muhammad Noor, mengatakan, pemerintah Daerah tidak dapat bekerja sendiri untuk menangani bencana yang cukup besar seperti abrasi dilokasi tersebut . Perlu dukungan berbagai pihak yang dapat mendorong adanya tindakan penanggulangan secara cepat dan tepat.

"Hari ini kita sudah maping kejadian-kejadian dimana banjir dan abrasi, kita minta dukungan dari teman-teman dipusat serta pihak balai," jelasnya.

Dilain sisi Kepala Dinas Sosial I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan penyaluran bantuan ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap masyarakat yang terdampak musibah.

"Kami dari Dinsos bersama BPBD Kabupaten Jembrana terkait bencana di Pengambengan ini pertama kita memberikan makanan nasi bungkus, karena yang dibutuhkan masyarakat saat ini makanan jadi dulu, kemudian juga kita berikan bantuan Family Kit seperti matras, selimut dan juga Kidswear untuk anak-anak," ujarnya.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan masyarakat yang mendapatkan bantuan merupakan wilayah yang terdampak banjir cukup parah.

"Wilayah yang kita berikan bantuan baru di Pengembengan dan Pebuahan karena didaerah itu asismentnya cukup tinggi membuat masyarakat tidak dapat beraktifitas sehari-hari sehingga kita bantu," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Pengambengan Kamaruzzaman menyampaikan terdapat kurang lebih sebanyak 1000 KK di Desa Pengambengan terdampak banjir.

"Banjir ini merendam Banjar Munduk, Banjar Kelapa Balian dan Ketapang lampu sudah mulai surut airnya, kurang lebih 1000 KK yang kena," ucapnya.

Kamaruzzaman Berharap banjir yang kerap melanda Desa Pengambengan agar segera dapat teratasi.

"Kita sudah bicarakan dengan Pak Bupati meminta usulan fasilitas kepada kabupaten agar diusulkan ke provinsi mengenai sodetan jalur Provinsi ini, dengan harapan segera di realisasikan dan dipenuhi oleh bapak Gubernur," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com