Maknai Tumpek Wariga Sebagai Momentum Pelestarian Hutan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

5/14/22

Maknai Tumpek Wariga Sebagai Momentum Pelestarian Hutan


Buleleng, dewatanews.com - Pemuliaan hutan atau tanaman di Bali digelar secara serentak di seluruh Bali dengan upacara Wana Kerthi yang diselenggarakan hari ini, Sabtu (14/5) di masing-masing kabupaten/kota se-Bali sesuai intruksi Gubernur Bali Nomor 6 Tahun 2022. Pelestarian tradisi lokal Bali itu adalah bagian dari perayaan Rahina Tumpek Wariga yang jatuh setiap 210 hari sekali, atau 25 hari sebelum Hari Raya Galungan.

Untuk di Kabupaten Buleleng sendiri, upacara Wana Kerthi sebagai wujud terimakasih kepada pohon ini dipusatkan di Hutan Raya Desa Selat Kecamatan Sukasada. Kegiatan ini diawali dengan persembahyangan bersama dan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Wakil Bupati Buleleng yang turut serta diikuti oleh Unsur Forkopimda, Sekwan DPRD, Para Asisten Setda Kab.Buleleng, Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng dan undangan lainnya.

Ditemui usai kegiatan, Wabup Sutjidra mengatakan sesuai visi misi Gubernur Bali Nangun Sad Kerthi Loka Bali, salah satunya dengan upacara Wana Kerthi ini dengan maksud memuliakan tanaman yang sangat berdampak besar bagi kehidupan.

"Bagaimana cara kita memuliakan, merawat dan tidak menghacurkannya untuk kehidupan kita," jelasnya.

Wabup Sutjidra menambahkan upacara ritual ini sudah rutin dilakukan oleh masyarakat Bali dalam menyambut hari Raya Galungan. Semua ini diimplementasikan sesuai dengan peraturan Gubernur Bali Nangun Sad Kerthi Loka Bali khususnya upacara Wana Kerthi.

"Dari dulu sudah dilakukan namun sekarang lebih ditekankan bagaimana kita harus menjaga dan memuliakan tanaman yang ada disekitar kita," sambungnya.

Wabup Sutjidra berharap kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian hutan dan tidak sembarang menebang pohon agar hutan itu tetap lestari.

Sementara itu ditemui ditempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng Gede Melandrat mengungkapkan tumpek wariga adalah momentum bagaimana falsafah Tri Hita Karana itu yang diimplementasikan hari ini. Dengan kebersamaan ini, semua stake holder bergerak untuk menjaga kelestarian hutan.

"Saya kira itulah yang akan menjadi momentum hari ini," ucapnya.

Pihaknya berkomitmen untuk bersama-sama menjaga hutan ini. Mudah-mudahan kedepannya bisa menjadi hutan raya yang tentu nantinya bisa menjadi aspek perlindungan, baik bagi satwa dan vegetasinya.

Terkait penanaman pohon hari ini, ada sekitar 50 pohon yang akan ditaman dengan jenis tanaman upakara dan buah-buahan. Pihaknya berharap dengan jumlah penanaman pohon yang relatif sedikit,tetapi tingkat keberhasilan pohon itu hidup sangat tinggi.

"Sedikit kita tanam tapi berhasil, daripada menanam pohon banyak-banyak tetapi tingkat keberhasilannya tidak baik," tutupnya. (DN - Adv)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com