Terkait Sengketa Tanah di Ungasan, Ahli Waris Gelar Upacara Guru Piduka Untuk Mencari Keadilan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

3/13/22

Terkait Sengketa Tanah di Ungasan, Ahli Waris Gelar Upacara Guru Piduka Untuk Mencari Keadilan


Badung, dewatanews.com - Made Suka dan keluarga ahli waris pemilik lahan 5,6 Hektar di Ungasan, yang kini masih dijadikan sengketa sudah mengelar upacara sakral Pegembal Bendu Guru Piduka pada Jumat (11/3). 

Saat pelaksanaan upacara tersebut situasi di lokasi upacara terkesan sangat dramatis. Dimana hampir seluruh keluarga pemilik lahan yang kini dijadikan sengketa nampak histeris ketika terdengar lantunan mantra-mantra doa yang diucapkan oleh Ida Pandita Empu Yoga Dasa Paramita dari Griya Agung Taman Batur Sari Peraupan. 

Kala itu dari pihak keluarga ahli waris Made Suka melalui anaknya Jero Kadek Hendiana Putra menuturkan bahwa upacara sakral Guru Piduka yang sudah digelar tersebut memiliki tujuan yakni untuk memohon ampunan dan bimbingan terhadap para leluhur agar energi negatif yang ada diareal tanah yang dijadikan sengketa segera hilang. 

"Selain itu, tujuan utamanya dari upacara ini dilaksanakan adalah untuk mendapatkan keadilan terkait sengketa yang terjadi. Dan dari upacara ini akan dibuktikan salah dan benar," terang Jro Kadek, Minggu (13/3). 

Lanjutnya, upacara sakral yang sudah digelar ini juga sebagai bentuk permintaan maaf kepada Ibu Pertiwi, Leluhur, dan Tuhan atas kesalahan yang diperbuat dan dialami terutamannya untuk bisa tetap menjaga apabyang menjadi waris leluhur. 

"Semoga dengan telah digelarnya upacara sakral ini akan bisa menemukan titik terang tentang arti dan makna sebuah keadilan serta kebenaran. Dari upacara sakral ini akan juga menjadi renungan kami sekeluarga agar kedepanya tidak ada kasus seperti ini lagi," imbuhnya. 

Kemudian dari penuturan sebelumnya yang sempat disampikan oleh relawan masyarakat Bali yang tergabung dalam Yayasan Kesatria Keris Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya (Jero Ismaya) yang mana kala itu sempat menghadiri upacara sakral tersebut sempat menyampaikan kalau pihaknya akan siap mengawal keluarga ahli waris untuk bisa mendapatkan haknya terkait sengketa lahan yang terjadi. 

"Saya akan membela tanah Bali. Siapapun yang pernah datang ke tanah Bali pasti mengerti begitu sakralnya tanah Bali. Karena ini merupakan tanah betara-betari dan lelangit yang ada untuk kebaikan Bali," ujar Jero Ismaya. 

Kemudian Kadek Mariata yang merupakan tokoh masyarakat yang sangat peduli dengan masyarakat kecil yang juga sempat menghaeiri upacara sakral tersebut saat dikonfirmasi menambahkan kalau selama ini perjuangan ahli waris dalam mempertahankan apa yang menjadi halnya sudah dirsakan tidak maen-maen lagi. 

"Lewat upacara sakral ini sama dengan memberikan sebuah kutukan, bagi siapa yang salah akan menerima karma sesuai perbuatan dan kesalahan yang dilakukan. Begitu sebaliknya bagi yang benar akan menerima hasil dari kebenaran itu sendiri," tambahnya. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com