Ini Kata Mudarta Jelang Pelantikan DPD Partai Demokrat Bali - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

3/20/22

Ini Kata Mudarta Jelang Pelantikan DPD Partai Demokrat Bali


Denpasar, dewatanews.com - Pelantikan Pengurus DPD Partai Demokrat Bali yang awalnya direncanakan tanggal 19 Maret 2022 akhirnya diundur jadi tanggal 25 Maret 2022 yang acaranya akan dilaksanakan di Ramayana Room Inna Grend Bali Beach, Sanur. 

Pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat merupakan tahapan dari pelaksaan Musyawarah Daerah (Musda) yang telah dilaksanakan tanggal  17 November 2021.

Ketua DPD Partai Demokrat yang terpilih secara aklamasi I Made Mudarta mengatakan pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat Bali. Dalam kepengurasan nanti lebih banyak akak di gawangi oleh kaum perempuan dan milenial yakni kaum perempuan sebanyak 57 persen dan  milenial sebanyak 43 persen.

"Diprioritaskan lebih banyak kaum perempuan dikarena Calon Presiden kita AHY aelain merupakan kaum milenial juga identik menginginkan agar di parlemen nanti kaum perempuan bisa menguasai 30 persen suaranya," ucap Mudarta, Minggu (20/3). 

Kemudian Mudarta juga menyinggung masalah Pemilihan Umum tahun 2024 yang digadang-gadangkan banyak pihak akan ada penundaaan, namun justru Ketua Umum Partai Demokrat AHY sendiri secara tegas menolak. 

"Karena hal itu sudah dipastikan perhelatanya tidak demokrasi lagi. Nah penundaan Pemilu dasar konstitusinya apa. Ini yang ditolak oleh Ketua Umum Partai Demokrat AHY," terangnya. 

Kata Mudarta lagi, adanya juga wacana kalau jabatan presiden bisa 3 kali periode. Dimana Indonesia merupakan negara demokrasi ke-4 dunia di bawah Amerika yang berada di posisi nomor 1. 

Dan Amerika yang hanya ada dua partai politik yakni Partai Demokrat dan Partai Republik, mereka membatasi masa jabatan presidennya hanya 2 periode. 

"Sehingga tidak ada alasan apapun untuk menambah masa jabatan jadi 3 kali periode. Ini harus diamandemen dulu konstitusi kita," jelasnya. 

Kemudian Mudarta juga menyampaikan terkait mengenai kriteria calon pemimpin masa depan Indonesia yaitu harus memiliki kemampuan dan kecerdasan di atas rata-rata. Tidak pas-pasan. 

Bahkan pemimpin masa depan juga harus memiliki pengaruh tidak saja di kawasan Indonesia tapi dunia. Selama ini SBY Presidennya dilihat dari pertumbuhan ekonomi kita pertumbuhannya rata-rata 6 persen.

Saat itu juga tidak pernah ada demo, dan kondisi keamanan stabil. Beliau juga dikagumi dunia sebagai sosok pemimpin yang cerdas dan berwibawa. 

"Karena itu, kita harus memilih pemimpin sesuai kriteria tersebut agar Indonesia lebih maju dan disegani dunia. Dan pemimpin itu kini ada pada sosok AHY yang dipastikan akan bisa mengikiti jejak orang tuanya SBY," tambahnya. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com