Terpuruk Akibat Pandemi, Koster Siapkan 6 Pilar Tata Ulang Perekonomian Bali - Dewata News

Breaking News

10/14/21

Terpuruk Akibat Pandemi, Koster Siapkan 6 Pilar Tata Ulang Perekonomian Bali

 

Denpasar, dewatanews.com - Pandemi telah memberi pelajaran bahwa kesalahan terbesar di Bali selalu bergantung pada pariwisata. Padahal, urusan pariwisata sangat sensitif. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah melakukan penataan perekonomian, menyusun konsep, membangun ekonomi Bali dengan kekuatan sumber daya lokal. Hal itu diungkapkan, Gubernur Bali, Wayan Koster, saat merima kunjungan Komisi II DPR RI, Senin (11/10) kemarin.
 

“Bali tidak lagi menempatkan pariwisata sebagai satu-satunya kantong perekonomian Bali. Namun,  mulai bergeser sesuai warisan leluhur budaya kami sektor pertanian sebagai prioritas,” kata Koster.
 

Koster menyebut, enam pilar yang sedang dikembangkan, pertanian,  kelautan perikanan, industri kerajinan rakyat berbasis budaya branding Bali, pengembangan IKM/UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital dan yang terakhir pariwisata.
 

“Dulu pariwisata selalu ditempatkan di depan dan sekarang kami taruh paling terakhir karena pariwisata haruslah menjadi benefit,” imbuh Koster.
 

Ia menilai, selama ini pariwisata hanya dinikmati sedikit orang, justru penikmat pariwisata adalah para pemodal dari luar.
 

“Kami sekarang menata kembali potensi sumber daya lokal kami di Bali. Kalau pariwisatanya bagus itu tambahan kalau lagi anjlok seperti sekarang, kami tetap survive,” katanya.
 
Ia membeberkan bukti nyata,  walaupun secara makro pertumbuhan ekonomi negatif mengalami kontraksi 9,3% tapi tingkat kemiskinan hanya  naik 3,9% bahkan terendah di Indonesia.  Artinya di tingkat bawah ekonomi masih bagus yang bergejolak hanya pelaku pariwisata dan terutama  yang PHK kerja di hotel.
 

“Ekonomi di tingkat desaa IKM/UMKM, tetap jalan,” kata Koster.
 

Ia menilai, ini memberi gambaran bahwa sebenarnya Bali sempat salah arah dalam pembangunannya. “Sekarang kami balikin kembali dan mulai tahun  2022 itu akan dijalankan dengan tatanan ekonomi yang baru yang lebih suistanable  dan berdaya saing dan ramah lingkungan sesuai dengan kearifan lokal di Bali. Kami ingin mewujudkan Bali ini betul-betul bisa berdaulat berdikari sesuai dengan potensi yang dimiliki,” ujarnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com