Khawatir Terjadi Kelangkaan Oksigen, Kadiskes Denpasar Harap Kasus Covid-19 Bisa Melandai - Dewata News

Breaking News

7/5/21

Khawatir Terjadi Kelangkaan Oksigen, Kadiskes Denpasar Harap Kasus Covid-19 Bisa Melandai

 

Denpasar, dewatanews.com - Pemkot Denpasar mulai waswas jika rumah sakit yang ada di Kota Denpasar mengalami kelangkaan oksigen. Pasalnya beberapa wilayah di Jawa sudah mengalami kelangkaan akibat naiknya kasus positif Covid-19. Keadaan ini membuat rumah sakit yang ada di Kota Denpasar dag dig dug karena takut akan adanya lonjakan kasus.
 
“Semua RS di Denpasar sudah spot jantung. Mudah-mudahan di Bali tidak terjadi lonjakan kasus seperti di Jawa,” kata Kadis Kesehatan Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sri Armini, Senin (5/7) ditemui disela sela pencanangan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun di SMPN 8 Denpasar.
 
Menurut Sri Armini, untuk ketersediaan oksigen di RS yang ada di Kota Denpasar saat ini masih mencukupi. Hal ini dikarenakan masih ada cadangan oksigen sehingga menurutnya masih aman.
 
“Walaupun sebenarnya persediaannya cukup aman, namun kondisi ini tidak aman. Makanya kami berharap masyarakat tetap taat protokol kesehatan sehingga kasus covid 19 bisa melandai,” imbuhnya.
 
Pihaknya juga berharap semua pihak ikut bahu membahu utamanya masyarakat agar taat prokes. Pasalnya jika tak ditangani dari hulu, ini bisa berakibat pada menipisnya cadangan oksigen dan kapasitas ruang perawatan di rumah sakit. Sri Armini menyebut, ruang ICU untuk tiga rumah sakit rujukan di Denpasar yakni RSUD Wangaya, RSUP Sanglah dan RS Bali Mandara tingkat keterisiannya sudah 100 persen lebih.
 
“Ruang ICU di tiga rumah sakit rujukan di Denpasar sudah penuh. Bahkan tingkat keterisiannya 100 persen lebih,” katanya.
 
Sementara itu, untuk BOR atau tingkat keterisian kamar mencapai 70 sampai 80 persen. Dengan kondisi ini, kata Sri Armini, semua pihak harus ikut menekan kasus covid 19 agar tidak semakin meningkat dengan cara mentaati Prokes dengan ketat. Sehingga dengan diterapkannya PPKM Darurat ini bisa menurunkan kasus Covid-19.
 
“Memang sekarang karena baru diberlakukan kan belum terlihat hasilnya. Namun kami berharap dua minggu kedepan kasus bisa melandai,” katanya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com