Tim Pemburu Pelanggar Covid-19 Polda Bali Sasar Tiga Wilayah di Badung - Dewata News

Breaking News

4/18/21

Tim Pemburu Pelanggar Covid-19 Polda Bali Sasar Tiga Wilayah di Badung

 

Badung, dewatanews.com -Tak ada kata lelah bagi personel Polda Bali yang terlibat dalam Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19. Meskipun virus mengancam nyawa, mereka tetap turun ke daerah zona merah menertibkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Libur akhir pekan, Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 menyasar tiga wilayah di Kabupaten Badung, Minggu (18/4/2021). Aktifitas masyarakat di wilayah Kuta, Jimbaran dan Ungasan diawasi dan dipantau terutama kepatuhan masyarakat memakai masker.

Begitu menemukan tempat yang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19, Tim Pemburu Pelanggar Prokes langsung turun, mengecek dan memastikan masyarakat sudah patuhi prokes. Jika ada masyarakat tidak menggunakan masker dengan baik atau tidak sesuai, maka petugas akan menegur secara humanis agar masker yang masih nempel di dagu diperbaiki sehinngga menutupi mulut dan hidung. 

Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Firman Nainggolan, S.H., M.H. selaku Karendal Ops Aman Nusa Agung II-2021 mengatakan, Polda Bali akan terus menertibkan masyarakat yang daerahnya masih terdapat peningkatan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19. 

Menurutnya, Ops Aman Nusa Agung II-2021 dalam rangka penanganan Covid-19 akan berakhir hingga 30 April 2021 ini dan mungkin akan diperpanjang lagi hingga pandemi melandai nanti. Operasi Aman Nusa adalah operasi kepolisian terpusat, sehingga waktu pelaksanaannya ditentukan oleh Mabes Polri. 

Kombes Pol. Firman Nainggolan, S.H., M.H. menjelaskan, apa yang dilakukan Tim Pemburu Pelanggar Prokes adalah untuk mendukung pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 menjelang dibukanya pintu pariwisata Bali. 

“Jangan sampai wilayah yang sudah ditetapkan sebagai zona hijau, seperti Ubud, Sanur dan ITDC Nusa Dua mengalami peningkatan jumlah kasus Covid-19. Ini yang kita antisipasi dengan terus turun ke lapangan mendisiplinkan masyarakat,” tegasnya.

“Tidak hanya memberikan imbauan, Tim Pemburu Pelanggar Prokes juga memberikan edukasi dan membagikan masker jika menemukan masyarakat yang maskernya sudah tidak layak pakai,” sambung Karo Ops. 

Jika daerah tersebut terus menerus masuk zona merah, apa dampak bagi pariwisata? Karo Ops mengungkapkan, rencana dibukanya wisata Bali ditengah pandemi tentu sudah dilakukan penilaian berdasarkan atas perkembangan kasus Covid-19, sehingga para wisatawan yang datang ke Bali merasa aman, nyaman dan sehat.  

Pemerintah masih terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kasus Covid-19. “Bisa saja pemerintah kembali menunda rencana dibukanya wisata Bali, jika ada daerah yang terus menerus kategori zona merah dengan bertambahnya kasus positif Covid-19. Jika wisata sudah dibuka dan masih ada daerah di Bali yang berstatus zona merah maka tidak akan dikunjungi wisatawan,” terangnya. 

Untuk itu, kehadiran Tim Pemburu Pelanggar Prokes diharapkan bisa memberikan efek deteren. Awalnya daerah itu masuk zona merah, setelah didatangi Tim Pemburu Pelanggar Prokes, status daerah tersebut bisa berubah menjadi zona orange atau hijau. Output dari kegiatan ini adalah Bali bisa cepat menjadi provinsi dengan status zona hijau. 

“Mari patuhi prokes minimal pakai masker agar tidak terpapar Covid-19. Patuh terhadap prokes adalah untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Jangan karena kita lalai, keluarga di rumah yang menuai,” pesan Kombes Pol. Firman Nainggolan, S.H., M.H. (DN - BiN)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com