Mahasabha IV MWBW Tekankan Peningkatkan Kualitas SDM di Era Digital - Dewata News

Breaking News

2/14/21

Mahasabha IV MWBW Tekankan Peningkatkan Kualitas SDM di Era Digital

 

Denpasar, dewatanews.com - Mahasabha IV Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) berlangsung pada Minggu (14/2). Pelaksanaan mahasabha yang dipusatkan di Gedung Nari Graha, Renon, Denpasar ini dihadiri puluhan orang peserta secara langsung di lokasi acara. Sementara ratusan orang lainnya mengikuti jalannya mahasabha secara daring melalui zoom meeting.

Acara Mahasabha IV MWBW dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, ditandai dengan pemukulan kulkul. Hadir pula dalam kesempatan ini, Bendesa Agung MDA Bali, PHDI Bali, dan Kanwil Kementerian Agama. Tampak pelaksanaan acara menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan mewajibkan peserta menjalani rapid test (tes cepat) antigen dengan hasil negatif.

Ketua Panitia Mahasabha IV MWBW, Guru I Nyoman Cakra, menyampaikan, mahasabha ini digelar secara berakhirnya masa bakti kepengurusan Moncol Pusat MWBW periode 2015-2020. Dikatakannya, seharusnya mahasaba sudah digelar tahun lalu, namun karena pandemi Covid-19, baru bisa dilaksanakan tahun 2021. Pelaksanaan mahasabha ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan, mengevaluasi program kerja moncol pusat, dan memilih pengurus baru untuk periode 2021-2026.

Guru Cakra menambahkan, kegiatan ini mengangkat tema “Melalui Mahasaba IV MWBW Kita Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Menghadapi Era Baru dan Bersama-sama Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.” “Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali dan Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan serta bantuannya dalam pelaksanaan kegiatan mahasabha ini sehingga dapat terselenggara dengan baik dan lancar,” ucapnya.

Ketua Umum Moncol Pusat MWBW periode 2015-2020, Guru Gde Made Subagia, menyampaikan, kemoncolan MWBW merupakan kelanjutan dari organisasi pasemetonan yang telah terbentuk tahun 1930an. Kini Moncol MWBW tidak saja ada di Bali, namun juga ada di luar Bali seperti di Lombok (NTB), Banyuwangi (Jatim), Jakarta, Lampung, Sulawesi, dan Kalimantan. Adapun program kegiatan yang dilaksanakan Moncol MWBW selama ini banyak berkaitan pelestarian adat, budaya, dan agama Hindu Bali. “Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ucapnya.

Menurut Guru Subagia, ke depannya Moncol MWBW ingin lebih banyak merangkul dan memberdayakan generasi muda atau kalangan milenial. Terlebih dengan perkembangan pesat teknologi digital saat ini yang dikuasi para milenial. Dengan kekuatan digital, banyak hal yang bisa dilakukan dan dapat berdampak kepada lebih banyak orang. “Kami ingin digitalisasi ini menyentuh pengelolaan organisasi pasemetonan sehingga kegiatan yang dilaksanakan tidak saja bermanfaat bagi kalangan intern moncol, tetapi juga bisa memberi manfaat bagi semeton lainnya, krama Bali dan umat Hindu secara umum,” jelasnya.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan, di sela-sela kesibukan dirinya tetap menghadiri mahasabha IV MWBW. Dikatakannya, organisasi pasemetonan sebagai bagian dari krama Bali sangat penting keberadaannya. Termasuk Maha Warga Bhujangga Waisnawa. “Titiang mengetahui betul pasemetonan ini karena di desa titiang di Sembiran juga ada semeton Bhujangga Waisnawa satu banjar. Orangnya baik-baik, militan, berani, ada karakternya tersendiri," ucapnya mengawali sambutan.

Menurut Gubernur Koster, adanya organisasi pasemetonan ini menunjukkan suatu cara untuk membangun kebersamaan di internal pasemetonan serta menunjukkan rasa bakti kepada Leluhur atau Kawitan. "Ini cara hidup kita di Bali. Menurut titiang ini harus dipelihara terus. Jangan pernah lupa keberadaan leluhur. Karena itu betul-betul harus dijaga pasemetonan ini," pesan Gubernur.

Organisasi pasemetonan juga diharapkan berpartisipasi aktif secara bersama-sama menjalankan dan mendukung kebijakan pemerintah. Gubernur Koster menegaskan, pembangunan itu harus melibatkan semua komponen masyarakat. Keberadaan pasemetonan diharapkan berkontribusi memajukan Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com